alexametrics

Mantan Kabareskrim Jadi Pimpinan Gerakan Sarung Jokowi

loading...
Mantan Kabareskrim Jadi Pimpinan Gerakan Sarung Jokowi
Mantan Kabareskrim Komjen (Purn) Anang Iskandar menjadi Ketua Pembina Gerakan Sarung Jokowi yang dideklarasikan oleh PPP. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Komjen Pol (Purn) Anang Iskandar menjadi Ketua Pembina Gerakan Sarung Jokowi yang baru saja dideklarasikan oleh Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy. Pendeklarasian Gerakan sarung Jokowi sebagai wadah mendukung pasangan Calon Presiden Joko Widodo dan Calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.

Anang mengaku berhak mendukung Jokowi untuk melanjutkan pemerintahannya menjadi dua periode. Selama berstatus perwira tinggi Polri aktif Anang merasa seperti menimba ilmu. "Sekolah saya sudah tamat, sekarang inilah saya harus bekerja. Jadi selama 30 tahun saya sekolah di lingkungan kepolisian, sekarang ini mulai bekerja," kata Anang di Gedung Joang 45, Minggu (19/8/2018).

Sebagai mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Anang mengaku siap menyumbangkan suara lewat Gerakan Sarung Jokowi untuk pemenangan pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Target suara yang dapat diraih tadi sekitar 14 juta kata Ketua Umum PPP (Muhammad Romahurmuziy), nah itu yang nanti kita raih," katanya.

Anang merupakan caleg PPP untuk daerah pemilihan Jatim 6, yaitu Blitar, Kediri serta Tulungagung. Untuk sasaran targetnya, sesuai dengan tujuan dari Gerakan Sarung Jokowi, Anang akan menyasar para penghuni pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Selain itu, terkait apakah dirinya akan mengajak mantan perwira tinggi atau purnawirawan Polri yang lain untuk mendukung Jokowi, Anang mempersilakan bagi yang mau ikut dan tidak memaksakan. "Ini kan soal politik, dipersilakan semuanya untuk berjalan di lini masing masing sesuai dengan keyakinannya termasuk saya. Itu bukan kewenangan saya, kalau saya mendeklarasikan itu mendukung Jokowi," katanya.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak