alexametrics

Mengukur Kekuatan Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno

loading...
Mengukur Kekuatan Maruf Amin dan Sandiaga Uno
Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Foto/SINDOnews/Eko Purwanto
A+ A-
JAKARTA - Joko Widodo dan Prabowo Subianto akan kembali bertarung untuk mendapatkan kursi presiden. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 pun menjadi sebagai rematch atau tanding ulang keduanya.

Adapun yang membedakannya dengan Pilpres 2014, yakni pasangan atau calon wakil presiden (cawapres) yang dipilih Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo.

Jokowi menggandeng Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin, dan Prabowo memilih Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Dipilihnya Ma'ruf dan Sandi mengejutkan banyak pihak. Sebab sebelumnya kedua nama itu tidak diperhitungkan. Bahkan nama mereka tidak masuk dalam berbagai survei.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Reseach and consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai, setidaknya ada beberapa kelebihan Ma'ruf yang membuat Jokowi jatuh hati.

Pertama, nonpartisan. Ma'ruf bukan kader salah satu partai koalisi pengusung Jokowi, tingkat penerimaan (akseptabel) anggota koalisi cukup tinggi dan solid, resistensi partai koalisi rendah.

"Kedua, menjawab isu SARA. Tidak diragukan lagi sosok Ma’ruf Amin adalah ulama yang disegani di kalangan NU dan saat ini beliau masih menjabat sebagai Ketua MUI, sebuah lembaga tempat bernaungnya para ulama dari pelbagai macam organisasi dari seluruh Indonesia," tutur Pangi dalam siaran pers, Selasa (14/8/2018).

Selain itu, kata Pangi, Ma'ruf juga menjadi salah satu aktor sentral di balik keluarnya fatwa MUI tentang penistaan agama yang memunculkan aksi umat Islam atau yang dikenal dengan Aksi 212.

Menurut dia, Ma'ruf dapat memainkan peran meng-counter isu politik entitas agama yang dialamatkan ke Jokowi terkait tudingan ketidakberpihakan pada umat Islam, kriminalisasi terhadap ulama dan berbagai macam isu SARA lainnya.

Ketiga, ulama ahli ekonomi. Selain ulama Ma’ruf dinilai Pangi juga memiliki kapasitas yang mumpuni dalam bidang ekonomi, terutama ekonomi syariah.

"Kemampuan dan kapasitas beliau dalam bidang ekonomi kerakyatan, tentu menjadi salah satu poin penting untuk menjawab persoalan terkini bangsa Indonesia yang sedang bergelut dengan persoalan ekonomi liberal," tuturnya.

Keempat, dukungan basis massa NU. Sebagai tokoh senior NU, kata dia, dicalonkannya Ma’ruf tentu sangat mempertimbangkan peran sentralnya diorganisasi terbesar umat Islam ini.

Menurut dia, dukungan basis massa grassroot NU akan berdampak signifikan terhadap insentif elektoral Jokowi. Bukan hanya dukungan elektoral, namun juga berdampak terhadap posisi sentimen dan citra politik selama ini yang terkesan negatif terhadap Jokowi, terutama yang bersentuhan dengan isu sintimen umat.

Kelima, pencalonan Ma'ruf bagian strategi mengunci Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) agar tidak lompat pagar meninggalkan koalisi Jokowi.

Dia yakin PKB akan hengkang dari koalisi jika Jokowi memilih Mahfud MD menjadi cawapres. Bukan tidak mungkin PKB akan membuat poros baru.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak