alexametrics

Duta UT 2018 untuk Universitas Terbuka Lebih Dikenal Luas

loading...
Duta UT 2018 untuk Universitas Terbuka Lebih Dikenal Luas
Pemilihan Duta UT 2018 untuk merayakan Dies Natalis ke 34 Universitas Terbuka, di Gedung Universitas Terbuka Convention Center, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu (8/8/2018), bertujuan supaya UT lebih dikenal luas secara benar dan utuh
A+ A-
JAKARTA - Dalam rangka Dies Natalis ke-34, Universita Terbuka (UT) menyelenggarakan pemilihan Duta UT 2018 di Gedung Universitas Terbuka Convention Center, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (8/8/2018).Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi tentang UT secara benar dan utuh serta meningkatkan sosialisasi dan promosi Universitas Terbuka di kalangan mahasiswa, universitas, dan masyarakat pada umumnya agar meningkatkan pengetahuan. Selain itu untuk mengembangkan citra positif Universitas Terbuka melalui pemilihan figur Duta Mahasiswa.Pemilhan Duta UT 2018 diikuti 39 kantor perwakilan UPBJJ seluruh Indonesia yang mengirimkan mahasiswa untuk perwakilannya, kemudian disaring kembali menjadi 9 finalis.Wakil Rektor Muhammad Yunus mengungkapkan, penyelenggaraan Duta UT 2018 bertujuan untuk menginformasikan dan mensosialisasi keberadaan UT secara benar dan utuh."Kami yakin dengan adanya Duta UT ini dapat manjaring mahasiswa di kalangan muda, melihat hampir sebagian mahasiswa UT sekarang banyak yang baru lulus dari SMA," ungkap Muhammad Yunus di sela acara.Dia berharap bukan hanya para pemenang saja yang menjadi Duta UT, melainkan setiap mahasiswa UT harus bisa menjadi Duta UT. "Informasikan kepada masyarakat tentang pemahaman UT dengan benar," pintanya.Dalam kegiatan ini para finalis juga bertemu dengan public figure yang juga sedang menempuh pendidikan di UT, di antaranya Joshua Suherman, Bayu Oktara, dan Tamara Geraldine. Para finalis menyaksikan para public figur talkshow.Tamara mengungkapkan, kuliah di UT menjadi pilihannya, karena dia selama ini kuliah di swasta, dan ingin juga kuliah di negeri. "UT menjadi pilihan saya. Pola fikir tentang belajar di UT harus diubah, karena orang yang belajar di UT harus memiliki kedisiplinan baik secara waktu maupun pembentukan karakter mandiri, komitmen dan disiplin," kata Tamara."Bagi saya kuliah di UT menjadi terapi, dan UT menjadi pilihan saya karena kita yang mengendalikan waktu, bukan sebaliknya. Kuliah di UT harus mandiri dan disiplin," tukasnya.Presenter Bayu Oktara menuturkan hal yang hampir senada. Menurutnya, kuliah di UT harus bisa membagi waktu dengan baik dan disiplin karena belajar di UT harus bisa mandiri dan UT patut dibanggakan.Sedangkan Joshua merasa nyaman kuliah di UT karena merasa bebas dan bisa mengatur waktu sesuai jadwalnya. "Saya kurang nyaman kalau belajar itu ditekan dan belajar di UT kami diberi kebebasan namun tetap disiplin dan harus memiliki komitmen," tutur mantan penyanyi cilik itu.Para pablic figure ini menyampaikan rasa bangganya kepada para finalis Duta UT, karena dengan adanya Duta UT ini dapat menyebarluaskan informasi tentang belajar jarak jauh ini.Duta UT 2018 sendiri dimenangi perwakilan dari UPBJJ Bali. Para pemenang mendapatkan uapan selamat dari para public figur. [syarif wibowo]Pemilihan Duta UT 2018

Dalam rangka Dies Natalis ke-34, Universita Terbuka (UT) menyelenggarakan pemilihan Duta UT 2018 di Gedung Universitas Terbuka Convention Center, Pondok Cabe, Tangsel, (8/8/2018).

Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi tentang UT secara benar dan utuh serta meningkatkan sosialisasi dan promosi Universitas Terbuka di kalangan mahasiswa, universitas, dan masyarakat pada umumnya agar meningkatkan pengetahuan.

Selain itu untuk mengembangkan citra positif Universitas Terbuka melalui figur Duta Mahasiswa.Dalam kegiatan ini diikuti 39 kantor perwakilan UPBJJ seluruh Indonesia mengirimkan mahasiswa untuk perwakilannya, kemudian disaring kembali menjadi 9 finalis.

Wakil Rektor Muhammad Yunus mengungkapkan, penyelenggaraan Duta UT 2018 bertujuan untuk menginformasikan dan mensosialisasi keberadaan UT secara benar dan utuh.

"Kami yakin dengan adanya Duta UT ini dapat manjaring mahasiswa di kalangan muda, melihat hampir sebagian mahasiswa UT sekarang banyak yang baru lulus dari SMA," ungkap Muhammad Yunus di sela-sela acara.

Karena itu, tidak hanya para pemenang saja yang menjadi Duta UT tapi semua mahasiswa UT harus bisa menjadi Duta UT. "Informasikan kepada masyarakat tentang pemahaman UT dengan benar,"pintanya.

Dalam kegiatan ini para finalis juga bertemu dengan public figure yang juga sedang menempuh pendidikan di UT, di antaranya Joshua Suherman, Bayu Oktara, dan Tamara Giraldhin. Para finalis dapat menyaksikan para public figur sedang talkshow.

Tamara mengungkapkan, kuliah di UT menjadi pilihannya, karena dia selama ini kuliah di swasta, dan ingin juga kuliah di negeri. "UT menjadi pilihan saya. Pola fikir belajar di UT harus diubah karena orang yang belajar di UT harus memiliki kedisiplinan baik secara waktu maupun pembentukan karakter mandiri, komitmen dan disiplin.

"Bagi saya kuliah di UT menjadi terapi, dan UT menjadi pilihan saya karena kita yang mengendalikan waktu, bukan sebaliknya. Kuliah di UT harus mandiri dan disiplin," tukasnya.

Presenter Bayu Oktara menuturkan hal yang hampir senada. Menurutnya, kuliah di UT harus bisa membagi waktu dengan baik dan disiplin karena belajar di UT harus bisa mandiri dan UT patut dibanggakan.

Sedangkan Joshua merasa nyaman kuliah di UT karena merasa bebas dan bisa mengatur waktu sesuai jadwalnya.

"Saya kurang nyaman kalau belajar itu ditekan dan belajar di UT kami diberi kebebasan namun tetap disiplin dan harus memiliki komitmen," tutur mantan penyanyi cilik itu.

Para pablic figure ini menyampaikan rasa bangganya kepada para finalis Duta UT, karena dengan adanya Duta UT ini dapat menyebarluaskan informasi tentang belajar jarak jauh ini.

Duta UT 2018 sendiri dimenangi perwakilan dari UPBJJ Bali. Para pemenang mendapatkan uapan selamat dari para public figur. [syarif wibowo]
(akn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak