alexametrics

Fahri Hamzah Nilai Saung di Lapas Sukamiskin Kreativitas Napi

loading...
Fahri Hamzah Nilai Saung di Lapas Sukamiskin Kreativitas Napi
Fahri Hamzah dan 10 anggota Komisi III DPR saat berkunjung ke Lapas Kelas I Sukamiskin, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Sabtu (28/7/2018). Foto SINDOnews/Agus W
A+ A-
BANDUNG - Fahri Hamzah dan 10 anggota Komisi III DPR berkunjung ke Lapas Kelas I Sukamiskin, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Sabtu (28/7/2018). Kunjungan anggota dewan itu ingin melihat langsung kondisi Lapas Sukamiskin pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Wahid Husein, Fahmi Darmawangsa, dan Andri.

Selain Fahri, tampak Masinton Simanjuntak, Agung Gunanjar, dan M Toha dari Komisi III DPR. Rombongan tiba di Lapas Sukamiskin sekitar pukul 09.45 WIB. Setelah penyambutan oleh Kakanwil Kemenkum HAM Jabar Ibnu Chuldun dan pelaksana harian (Plh) Kalapas Sukamiskin Kusnali, rombongan masuk ke dalam lapas.

Sebelum masuk ke dalam, Fahri bersedia memberikan keterangan kepada wartawan. Menurut Fahri, agenda kunjungan itu untuk melihat dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di Lapas Sukamiskin sehingga heboh terkait kamar dan fasilitas mewah, termasuk keberadaan saung.



"Kami baru reses. Kemarin teman-teman mayoritas Komisi III sebelum ke daerah, kami akan melihat apa yang terjadi kemarin itu di Sukamiskin. Kemarin heboh, kami ingin mendengar apa yang terjadi. Sebab selama ini, saya sendiri pernah berkunjung beberapa kali dan ceramah di dalam, kami melihat enggak ada masalah," kata Fahri.

Fahri menilai, saung yang dibangun di dalam lapas merupakan kreativitas para napi korupsi untuk menggelar berbagai acara. Seperti, menerima tamu, pengajian, dan grup diskusi.

"Namanya juga orang ditahan 18 tahun, 19 tahun. Kalau enggak ada penyaluran, stress orang ya. Jadi ya itu (saung), inisiatif. Saya ga tau apa yang terjadi, tiba- digerebek dan sebagainya, nanti kami lihat lah," ujar Wakil Ketua DPR ini.

Disinggung apakah kunjungan itu juga untuk mengecek kebenaran tentang kabar kamar sel Setya Novanto yang disebut-sebut palsu, Fahri menyatakan, semua terkait kasus yang ramai dibicarakan masyarakat dua pekan terakhir, akan dilihat. "Semua nanti kami akan lihat," tutur Fahri.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak