alexametrics

Bursa Transfer Caleg Rusak Etika Politik

loading...
Bursa Transfer Caleg Rusak Etika Politik
Bursa Transfer Caleg Rusak Etika Politik. (Koran SINDO. Eko Purwanto).
A+ A-
JAKARTA - Langkah sejumlah politisi DPR berpindah pantai jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 merusak etika politik. Mereka dinilai melakukan pragmatisme politik demi mengamankan kursi legislatif. Disisi lain, prilaku ini juga rentan memicu terjadinya korupsi.

Ungkapan ini disampaikan sejumlah pembicara dalamĀ  Polemik MNC Trijaya FM bertajuk "Colak Colek Caleg" di Warung Daun Cikini, Jakarta, kemarin.



Seperti diketahui, sebanyak 16 anggota DPR periode 2014-2019 mencalonkan kembali sebagai caleg di Pemilu 2019 dari partai berbeda. Yang disesalkan, kebanyakan dari mereka pergi tanpa pamit kepada partai asal, bahkan langsung mendaftarkan diri sebagai caleg di parpol baru.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Perindo, Ahmaf Rofiq mengaku, pragmatisme partai politik (parpol) kian merajalela sehingga banyak yang berpikir bagaimana memperbanyak kursi di DPR dengan segala cara termasuk memberi iming-iming uang.

Bursa transfer caleg kata dia, yang diperebutkan kuantitas bukan kualitas, dan lebih menekankan pada siapa mendapatkan apa. Sehingga, banyak partai menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkan kursi di DPR dan DPRD.

Hal ini justru akan menghadirkan wajah-wajah parlemen yang tidak punya komitmen kebangsaan, dan akan memperbanyak jumlah wakil rakyat yang terseret kasus korupsi.

"Semestinya partai dan elite melakukan introspeksi, buat apa ada parpol kalau tidak menggunakan kadernya. Orang menjadi politisi untuk pengabdian, bukan untuk mata pencaharian," ujar Rofiq dalam Polemik MNC Trijaya FM yang bertajuk "Colak Colek Caleg" di Warung Daun Cikini, Jakarta, kemarin.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak