alexametrics

RS Harus Smart Sejak Dini Sikapi Disrupsi dan Universal Health Coverage

loading...
RS Harus Smart Sejak Dini Sikapi Disrupsi dan Universal Health Coverage
Ketua Umum Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) drg Susi Setiawaty MARS saat menghadiri dan membuka Seminar Nasional V & HealthCare Expo IV di Jakarta.Foto/Ist.
A+ A-
JAKARTA - Tantangan terbesar industri rumah sakit (RS) di Indonesia ke depan adalah bagaimana menyikapi situasi disrupsi dan pelaksanaan Universal Health Coverage (UHC). Situasi tersebut harus disikapi sejak dini sehingga pada saat berlakunya disrupsi tidak terjadi kegamangan.

Sekadar diketahui disrupsi adalah terjadi perubahan yang fundamental atau mendasar. Satu di antara yang membuat terjadi perubahan yang mendasar adalah evolusi teknologi yang menyasar sebuah celah kehidupan manusia.

Nah, digitalisasi adalah akibat dari evolusi teknologi, terutama informasi yang mengubah hampir semua tatanan kehidupan, termasuk tatanan dalam berusaha. Sebagian pihak mengatakan bahwa disrupsi adalah sebuah ancaman. Namun, banyak pihak pula mengatakan kondisi saat ini adalah peluang.



Ketua umum Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) drg Susi Setiawaty MARS mengatakan, berbagai upaya yang harus dilakukan mulai peningkatan pelayanan yang cepat, tepat, aman dengan kendali mutu dan kendali biaya didukung sarana prasana.

Industri rumah sakit harus mengantisipasi perubahan yang akan terjadi dengan melakukan perubahan yang diperlukan sekarang. Juga perbekalan yang ramah lingkungan, operasional rumah sakit yang efektif dan efisien, manajemen SDM yang kompeten dan adaptif serta sistem informasi rumah sakit yang bertransformasi kearah digitalisasi.

"Termasuk akan hadirnya era Universal Health Coverage pada 1 Januari 2019 mendatang," kata Susi dalam siaran pers yang diterima saat pembukaan Seminar Nasional V & HealthCare Expo IV bertempat di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan,Jakarta, Jumat (20/7/2018).

Lebih dalam Susi membeberkan, rumah sakit harus smart dalam merumuskan kembali strategi yang mampu menghadapi situasi disrupsi dan pelaksanaan UHC. Dengan begitu tetap menjadi rumah sakit pilihan bagi masyarakat yang memerlukan layanan kesehatan dengan mengedepankan layanan yang bermutu dan aman.

Sementara itu penyelenggaraan Seminar Nasional ARSSI ditahun 2018 ini bertujuan antara lain untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi pemilik dan manajemen RS Indonesia dalam mempersiapkan diri menghadapi situasi disrupsi di era yang kompetitif ini.

Hal yang patut selalu diingat, kata dia, seminar ini juga sebagai sarana komunikasi membantu rumah sakit indonesia mewujudkan cita-citanyanya menjadi rumah sakit pilihan dengan memberikan pelayanan yang prima," katanya.

Beberapa topik utama menarik pada kegiatan seminar itu antara lain “Mempersiapkan Rumah Sakit dalam situasi Disrupsi dan Kompetisi “ serta “Komitmen Anggaran Pemerintah untuk menjaga Sustanability pelayanan rumah sakit demi suksesnya Universal Health Coverage" .

Juga topik "Evaluasi E- Purchasing di Rumah Sakit Swasta" tidak ketinggalan juga diangkat yang mengupas tuntas tentang progress implementasi E- Purchasing di rumah sakit swasta serta kendala yang dihadapi rumah sakit swasta.

Topik lainnya yang didiskusikan hari kedua tentang “Transformasi Bidang Penunjang Medis dan Bidang Keperawatan di Era Disrupsi” serta “Antisipasi Rumah Sakit Provider BPJS di Era Disrupsi. "ARSSI juga membuka forum khusus “CEO FORUM “ yang mengusung topik utama yaitu Belajar dari e-Commerce," kata dia.
(vhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak