alexametrics

Membanggakan, Mobil Pintar Mahasiswa UGM Juara di London

loading...
Membanggakan, Mobil Pintar Mahasiswa UGM Juara di London
Prototype smart car buatan mahasiswa UGM yang mampu mengolah limbah plastik menjadi minyak menggunakan energi panas mobil (foto atas). Tim MCS dan dosen pembimbing (foto bawah). Foto/SINDOnews/Ainun Nadjib
A+ A-
YOGYAKARTA - Sekilas tidak ada yang istimewa dari sosok Herman Amrullah Mahasiswa Fakultas Teknik Kimia UGM ini. Namun siapa sangka, bersama dengan dua teman kuliahnya, Sholahuddin Alayyubi dan Thya Laurencia Benedita Araujo, mereka berhasil menyabet juara dalam ajang bergengsi Shell Ideas360 2017/2018 di London Inggris awal bulan ini.

Ide orisinal Herman dan kawan-kawan melalui Smart Car Microalgae Cultivation Support (MCS). Mereka menggunakan panas mobil untuk mengolah limbah plastik menjadi energi. Ide ini membuat juri Shell Ideas kepincut.

Kepada SINDOnews yang secara khusus menemuinya di lobi University Club UGM, Herman menceritakan awal mula munculnya ide tersebut. Mahasiswa semester delapan ini mengaku ide itu muncul pada 2016 lalu. Saat itu dia bersama dengan mahaiswa Teknik Kimia yang lain Naufal Muflih kemudian mematangkan ide itu. “Idenya mengguubah limbah plastik menjadi bahan bakar menggunakan metode pirolisis,” katanya, Jumat (20/7/2018).



Metode pirolisis ini menurut Herman sudah sering digunakan. Bahkan banyak pihak lain yang sudah mengubah plastik menjadi bahan bakar energi menggunakan metode pirolisis ini.

Namun untuk mengubah plastik menjadi minyak ini mereka menggunakan bahan bakar seperti gas dan sebagainya. Sehingga minyak yang dihasilkan tidak sebanding dengan bahan bakar yang dikeluarkan.

“Kami kemudian mencari ide agar bisa lebih murah. Bagimana mengubah plastik menjadi minyak menggunakan bahan bakar yang murah, atau bahan bakar yang terbuang,” ujarnya.


Saat itu Herman dan Naufal membuat rancangan reaktor pirolisis yang disematkan pada sepeda motor. Mereka hendak menggunakan panas dari gas buang sepeda motor sebagai bahan bakar pada metode pirolisis ini. “Tapi ternyata motor panasnya kurang. Sehingga ide ini tidak bisa diaplikasikan,” lanjutnya.

Mereka kembali bersemangat meneruskan ide ini setelah Thya Laurencia Benedita Araujo bergaung dan menyumbang pemikiran. Tim semakin solid sekitar April 2017 Sholahuddin Alayyubi juga mahasiswa Teknik Kimia ikut masuk menjadi tim Smart Car MCS.

Mereka kemudian mencoba mengaplikasikan ide ini pada mobil. Proses pirolisis ini membutuhkan suhu sekitar 400 derajat. “Kalau dipalikasikan di motor panasnya tidak mencukupi. Akhirnya kami mengunakan mobil karena panas yang di hasilkna mobil rata-rata 400-500 derajat,” jelasnya.

Dari perhitungan Hermanm untuk mengubah 2 kg plastik dibutuhkan waktu 30 menit dan mampu menghasilkan minyak sekitar 2,2 liter minyak yang bisa dioleh kembali menjadi bahan bakar. Ide Herman dkk ini baru sebatas pada prototype.

Prototype
dibuat lengkap dengan tempat untuk memasukan plastik, rekator pirolisis dan penampungan minyak yang dihasilkan. “Salah satu kesulitan kami saat di London adalah semua presentasi dilakukan dalam bahasa Inggris,” ujarnya.


Membanggakan, Mobil Pintar Mahasiswa UGM Juara di London


Di final, tim Smart Car MCS berhasil mengalahkan tim dari American University of Sharjah (Uni Emirat Arab), University of Texas (Amerika Serikat), University of Bordeaux (Perancis), dan University of Melbourne (Australia).

Kompetisi yang telah dimulai sejak 2013 ini menjadi bagian dari festival inovasi Shell Make the Future di London, Inggris, pada 5 – 8 Juli 2018. Shell Ideas360 adalah kompetisi yang menantang para mahasiswa seluruh dunia mengembangkan beragam ide dan gagasan dalam menghadapi tantangan global di sektor energi, pangan dan air.

Dosen pembimbing tim Smar Car MCS, Yano Surya Pradana mengaku bangga terhadap capaian herman dan teman-teman yang sudah bekerja keras hingga detik-detik terakhir sebelum acara final di London. “Ke depan harapan kami, tim ini bisa melanjutkan perjuangan ide smart car ini. Masih ada banyak tahapan yang harus dilewati. Bahkan kami saat ini sudah start untuk tahapan selanjutnya. Kami belum puas sampai di sini saja,” katanya.

Dosen Fakultas Teknik UGM ini mengajak semua pihak utamanya stake holder di perguruan tinggi untuk berlomba untuk menyiapkan kompetisi-kempetisi internasional selanjutnya. “Hasil ini bukan untuk kami saja, tapi untuk UGM dan bangsa Indonesia,” ujarnya.
(poe)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak