alexametrics

Aher Tempati Posisi Puncak Bursa Capres-Cawapres PKS

loading...
Aher Tempati Posisi Puncak Bursa Capres-Cawapres PKS
Mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) saat menyosialisasikan pasangan Sudrajat dan Ahmad Syaiku (Asyik) di Pilgub Jabar 2018, beberapa waktu lalu. Foto/KORAN SINDO/Agung Bakti Sarasa
A+ A-
BANDUNG - Mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menempati posisi puncak bursa calon presiden dan calon wakil presiden capres atau cawapres di internal PKS.

Partai berlambang bulan sabit kembar itu berharap salah satu kader terbaiknya lolos sebagai kandidat capres atau cawapres di Pilpres 2019.

Diketahui, PKS telah menempatkan sembilan kader terbaiknya sebagai kandidat capres/cawapres. Selain Ahmad Heryawan, delapan kader terbaik PKS lainnya, yakni Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, mantan Presiden PKS Anis Matta, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.

Kemudian, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufrie, mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf, dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Ketua Bidang Humas DPP PKS Ledia Hanifa Amaliah mengungkapkan, dari sembilan kader terbaik PKS tersebut, Aher menduduki peringkat pertama dalam hal popularitas maupun elektabilitasnya.

"Hingga saat ini, yang tertinggi (popularitas dan elektabilitas) memang Pak Aher, terakhir Pak Mardani (Mardani Ali Sera)," ungkap Ledia di Bandung, Kamis (19/7/2018).

Ledia menjelaskan, meski Aher menduduki peringkat pertama, namun partainya tetap akan menyerahkan sepenuhnya penunjukkan satu dari sembilan nama kandidat capres/cawapres tersebut kepada koalisi parpol yang akan terbentuk nanti.

"Sembilan orang ini kita serahkan kepada koalisi, ini sudah banyak pilihannya, silakan. Ada model Pak Aher, Pak Hidayat, Pak Anis Matta, Pak Tifatul, ada juga model Habib Salim, Pak Sohibul Iman, Pak Mardani, Pak Muzzamil, dan lainnya, mangga. Nanti ditentukan kesepakatan koalisi," paparnya.

Ledia berharap, satu dari kesembilan kader terbaik PKS tersebut dapat lolos menjadi capres/cawapres di Pilpres 2018. Imbalannya, kata Ledia, PKS siap mengerahkan seluruh mesin partainya yang dikenal militan untuk memenangkan Pilpres 2019.

"Kita akan terus perjuangkan (capres/cawapres PKS), kita akan bekerja all out. Pokoknya jangan pernah ragukan militansi kader PKS," tandasnya.

Sebelumnya, Aher menyatakan kesiapannya maju di Pilpres 2019. Namun, meski telah siap dan dorongan kepadanya untuk maju ke ajang Pilpres 2019 semakin kuat, Aher menyatakan, tetap akan menunggu keputusan PKS.

"Pada prinsipnya saya siap jika dipandang pantas untuk menjadi pimpinan nasional. Dan sekali lagi saya sering mengatakan bahwa kesiapan kita tidak berdiri sendiri karena pasti terkait dengan keputusan partai juga terkait dengan koalisi partai. Pada dasarnya kita akan ikut mekanisme ini sampai ada keputusan akhir," papar Aher di Bandung, Rabu 11 Juli 2018 lalu.

Aher meyakinkan, meski tak terlalu diumbar ke publik, namun dirinya terus melakukan komunikasi dan lobi-lobi politik dengan partai, para tokoh, hingga sejumlah nama yang digadang-gadang akan maju ke Pilpres 2019.

antan gubernur Jabar dua periode Ahmad Heryawan (tengah) saat menyosialisasikan pasangan Asyik di Pilgub Jabar 2018, beberapa waktu lalu.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak