alexametrics

Golkar Tegaskan Eni Saragih Dijemput KPK di Rumah Mensos, Bukan OTT

loading...
Golkar Tegaskan Eni Saragih Dijemput KPK di Rumah Mensos, Bukan OTT
Partai Golkar membantah bahwa seorang kadernya bernama Eni Maulani Saragih terjaring OTT KPK di Kompleks Widya Chandra Jakarta. Eni dijemput penyidik KPK. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Partai Golkar membantah bahwa seorang kadernya bernama Eni Maulani Saragih terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kompleks Widya Chandra Jakarta, Jumat (13/7/2018). Partai berlambang pohon beringin itu mengklaim bahwa Eni Maulani Saragih dijemput petugas KPK saat menghadiri acara ulang tahun anak Menteri Sosial Idrus Marham.

Saat ini Eni Maulani Saragih menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR. "Hari ini tanggal 13 Juli 2018 diadakan acara kecil-kecilan ulang tahun kesatu anaknya Bang Idrus yang bungsu, Raisa Ismani di Rumah Dinas Pak Mensos, dimana diacara itu hadir juga beberapa pejabat Kemensos, keluarga dan beberapa teman-teman maupun kolega," kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Maman Abdurrahman dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/7/2018).

Diakuinya bahwa acara itu juga dihadiri oleh Eni yang hadir sekitar pukul 14.00 WIB. "Sekitar pukul 15.00 WIB datang Petugas KPK menemui Mbak ES untuk ikut ke Kantor KPK untuk dimintai keterangan dengan menunjukkan Sprindik," lanjutnya.

Kemudian, kata dia, sekitar pukul 15.15 wib ES izin pamit pergi bersama KPK. "Jadi perlu saya Klarifikasi bahwa TIdak ada OTT dirumah Mensos, namun lebih tepatnya KPK menjemput ES di rumah Pak Mensos," katanya.

Hingga kini, kata dia, Partai Golkar belum mengetahui terkait apa ES dijemput oleh KPK. "Untuk lebih jelasnya terkait kasus ES kita bisa menunggu keterangan resmi dari KPK. Saya atas nama pribadi turut berduka dan prihatin yang sedalam-dalamnya atas kejadian ini. Doa ku kepada ES untuk tetap kuat," imbuhnya.
(poe)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak