alexametrics

Rusia dan Piala Dunia 2018

loading...
Rusia dan Piala Dunia 2018
Dinna Wisnu PhD. Foto/Istimewa
A+ A-
Dinna Wisnu PhD

Pengamat Hubungan Internasional

@dinnawisnu

MENTERI Luar Negeri Inggris Boris Johnson mengundurkan diri dari jabatannya tiga hari menjelang laga semifinal antara Inggris melawan Kroasia. Tidak ada hubungan langsung antara pengunduran dirinya dan pertandingan tersebut. Ia sendiri mundur karena berselisih paham dengan Perdana Menteri Theresa May terkait masalah perbatasan dan mungkin juga ia berupaya mengincar kedudukan sebagai PM.

Hubungan yang ada antara Boris Johnson dan pertandingan sepak bola terbesar sejagat itu adalah seruannya untuk memboikot Piala Dunia di Rusia. Alasannya, dugaan tanpa bukti yang kuat bahwa Rusia berada di belakang upaya membunuh mantan double agent militer Rusia Sergei Skripal dan putrinya. Saat itu Johnson bahkan menyamakan Piala Dunia 2018 dengan Olimpiade 1936 di Jerman masa kepemimpinan Hitler.

Saya membayangkan apabila Inggris dapat maju ke final dan bahkan mungkin menjadi juara atau bahkan kalah dalam Piala Dunia, tidakkah pernyataan itu akan menjadi objek cemooh nasional di Inggris?

Perdana Menteri Inggris (1974–1976) Harold Wilson pernah mengalaminya. Sebagai PM petahana, ia kalah dalam pemilu yang diselenggarakan empat hari setelah Inggris bertekuk lutut dari Jerman dan kala itu segala indikator politik diprediksikan berpihak padanya.

Kalah dan menang mungkin bukan faktor signifikan dalam perilaku pemilih. Namun, hasil pertandingan memang membentuk perasaan subjektif masyarakat terhadap pemerintahnya, terutama di negara yang fanatik pada laga bola.

Pastinya para politisi di Inggris, terutama dari pihak Konservatif, telah mengubah sikap mereka ketika Inggris masuk dalam 16 besar. Kantor Pemerintah Inggris yang dikenal dengan nama 10 Downing Street telah mengibarkan bendera St George (bendera yang mirip dengan simbol Palang Merah dengan latar belakang putih), dan menyerukan seluruh kementerian untuk melakukan hal yang serupa.

Pengibaran bendera St George ini biasanya informal karena dianggap bermuatan ideologis negatif Inggris yang imperialistis. Pemerintah Inggris sendiri menyerukan agar para penonton Inggris di Piala Dunia di Rusia tidak mengibarkan bendera tersebut. Fakta bahwa bendera ini diserukan secara formal menunjukkan bahwa para politisi Konservatif ingin memanfaatkan momentum tersebut untuk mendulang perhatian, walaupun Skotlandia mengancam akan mempersoalkannya.

Hubungan politik luar negeri Inggris dan Rusia sedang mengalami krisis akibat peristiwa Sergei Skripal. Inggris mengirimkan 23 diplomat Rusia pulang kampung, yang kemudian juga diikuti dengan 22 negara lain termasuk mereka yang ikut dalam Piala Dunia seperti Islandia, Jerman, atau Swedia. Delapan negara Eropa lainnya, Austria, Portugal, Bulgaria, Siprus, Malta, Slovakia, Slovenia, dan Luksemburg, menolak untuk ikut-ikutan aksi pengusiran mitra mereka di Uni Eropa.

Negara-negara yang melakukan pengusiran tersebut tidak mengirimkan pejabat tinggi mereka dalam upacara pembukaan dan pertandingan-pertandingan yang melibatkan kesebelasan mereka. Hal ini di luar tradisi yang selama ini dilakukan selama perhelatan Piala Dunia. Pangeran William dari Inggris juga dilarang untuk datang menghadiri pertandingan tersebut.

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) jauh-jauh hari sudah mengingatkan agar tidak mengaitkan peristiwa politik apa pun dengan penyelenggaraan Piala Dunia. Kebebasan berpendapat di dalam atau di luar pertandingan sangat haram diekspresikan oleh para pemain atau anggota tim pendukung lainnya.

FIFA, misalnya, telah menjatuhkan sanksi USD10.000 kepada dua pemain Swiss kelahiran Kosovo, Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri, yang membuat gerakan simbol Rajawali Albania yang berpotensi membakar tensi antarorang Serbia di Semenanjung Balkan. Kosovo adalah negara yang tidak diakui oleh Rusia dan Serbia.

Situasi politik luar negeri yang panas itu menjadi taruhan politik terbesar bagi Rusia. Rusia sendiri sangat berkepentingan menyukseskan pertandingan ini dan bersedia mengalokasikan jutaan dolar untuk pembiayaannya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak