alexametrics

USAID SHERA Hibah Dana Riset USD20 Juta untuk 5 Kampus Indonesia

loading...
USAID SHERA Hibah Dana Riset USD20 Juta untuk 5 Kampus Indonesia
Pelaksana Tugas Direktur USAID David Hoffman (kiri) saat bertukar cindera mata dengan Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemristekdikti Ocky Karna Radjasa di Pusat Konvensi Internasional IPB, Selasa (10/7/2018). Foto/SINDOnews/Nuriwan Trihendrawan
A+ A-
BOGOR - USAID’s Sustainable Higher Education Research Alliances (USAID SHERA) memberikan bantuan hibah penelitian senilai USD20 juta kepada 5 Pusat Penelitian Kolaboratif (Center for Collaborative Research/CCR) di universitas ternama di Indonesia. Kelima kampus terbut yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penelitian sektor pendidikan tinggi di Indonesia dan meningkatkan kapasitas lembaga pendidikan tinggi Indonesia untuk memenuhi kebutuhan penelitian yang terkait dengan pembangunan Indonesia,” kata Pelaksana Tugas Direktur USAID David Hoffman saat membuka Konferensi Kolaborasi untuk Inovasi di Pusat Konvensi internasional Institut Pertanian Bogor (IPB), Selasa (10/7/2018).

Hoffman mengatakan, Amerika Serikat, melalui USAID memiliki sejarah panjang dalam mendukung ilmu pengetahuan, teknologi, dan penelitian inovatif di Indonesia. “Kami bangga dapat melanjutkan komitmen ini melalui program SHERA,” ujarnya.

Program ini mendukung lima Centers for Collaborative Research di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi di lima universitas terkemuka di Indonesia tersebut.

Kelima kampus ini menginisiasi kerja sama penelitian dengan 17 universitas lain di beberapa daerah di Indonesia. Juga 8 kampus di AS, yaitu University of Colorado Boulder, University of Colorado Denver, Massachusetts Institute of Technology, University of Rhode Island, Mississippi State University, University of Illinois UrbanaChampaign, University of Florida, dan Savannah State University.

Ada pun subjek penelitian berkisar dari distribusi air bersih, keamanan pangan, smart city hingga solusi energi terbarukan. “Sektor swasta merupakan sumber daya yang belum tergali yang dapat mengubah upaya penelitian ini menjadi inovasi yang lebih besar. Yakni dapat meraup keuntungan ekonomi dan kemakmuran yang lebih besar bagi Indonesia dan negara-negara lain di tingkat kawasan dan tentunya bagi dunia,” jelas Hoffman.

Ada pun dalam konferensi ini mempertemukan pihak universitas, berbagai badan pemerintah, lembaga penelitian dan pembangunan, sektor swasta, LSM dan donor untuk mendiskusikan kemitraan penelitian. Baik yang sedang berlangsung, maupun kolaborasi di masa depan dan pada saat yang sama memfasilitasi pertukaran pengetahuan di antara para peserta.

Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemristek Dikti Ocky Karna Radjasa mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan ini sebagai penguatan kapasitas riset. Ada pun mereka yang terpilih nanti adalah perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

“Kolaborasi semacam ini memegang peranan penting dalam riset di Indonesia. Harapan kami melalui kerja sama ini hasil riset dapat dikembangkan dan diaplikasikan ke masyarakat,” kata Ocky.

Dia menjelaskan, dukungan yang diberikan USAID SHERA meliputi kerja sama riset, kerja sama publikasi hasil riset, pertukaran peneliti dan juga digelarnya konferensi internasional. “Satu hal yang juga tak kalah penting adalah pelibatan swasta dalam upaya mendorong hasil riset ke arah penerapan dan pengembangan. Tujuannya agar hasil riset bisa didorong ke hilirisasi dan komersialisasi,” kata Ocky.

Dia mengungkapkan, dukungan pendanaan riset dari USAID sebesar USD20 juta selama 5 tahun ini sangat berdampak terhadap perkembangan dan kemajuan riset di Indonesia. “Saat ini alokasi dana riset di Indonesia sebesar Rp25 triliun. Dana tersebut sebagian besar berasal dari pemerintah (80%) dan sisanya, 20% dari swasta. Kondisi ini berbanding terbalik dengan kondisi di luar negeri, dimana riset lebih banyak dibiayai oleh swasta,” kata Ocky

Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kemristek Dikti Nada Darmiyanti mengatakan, AS dan Indonesia sudah bekerja sama di bidang riset selama 30 tahun lebih. Kemudian kerja sama riset dengan AS diformalkan pada tahun 2010. Lalu pada tahun 2016 ditandatangani kerja sama dengan USAID SHERA.

“Selama ini USAID sudah kontribusikan dananya, bukan hanya di penelitian tapi juga hal yang bisa diaplikasikan ke masyarakat. Kerja sama ini sekaligus mempererat hubungan Indonesia dan AS yang sudah berlangsung 60 tahun,” ujarnya.
(poe)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak