alexametrics

Coca Cola Foundation Lepas Program PerpuSeru kepada Pemerintah

loading...
Coca Cola Foundation Lepas Program PerpuSeru kepada Pemerintah
Chief Exekutive Coca Cola Fondation Indonesia Titiek Sadarini (tiga kiri) dan Kepala Perpusnas M Syarif Bando (dua kiri) menghadiri acara Festival Lapak PerpuSeru di Plaza Ambarrukmo Yogyakarta, Jumat (6/6/2018). Foto/SINDOnews Mohammad Yamin
A+ A-
YOGYAKARTA - Coca Cola Foundation Indonesia resmi melepas program Perpustakaan Seru (PerpuSeru) yang sudah berjalan tujuh tahun kepada pemerintah. Program ini telah banyak memberikan dampak ekonomi dan sosial kepada masyarakat.

Hingga saat ini, program yang telah meletakan fondasi dasar transformasi perpustakaan berbasis teknologi dan sebagai pusat belajar literasi ini telah berada di 18 provinsi, 104 kabupaten/kota, serta 768 desa.

Chief Exexutive Coca Cola Foundation Indonesia Titiek Sudarini mengungkapkan, Perpustakaan Nasional (Perpunas) yang didukung Kementerian PPN/Bapennas mulai melakukan reflika PerpuSeru di 60 perpustakaan kabupaten pada 2018. Pada 2019 mendatang Kementerian PPN/Bapennas telah telah menyetujui program tersebut masuk dalam prioritas nasional.

"Suatu kebanggaan bagi Coca Cola Foundation Indonesia menjadi pionir transformasi perpustakan Indonesia melalui program PerpuSeru. Kami ingin perpustakaan menjadi kunci sukses ekonomi rakyat," ujar Titiek diacara Festival Lapak PerpuSeru di Plaza Ambarrukmo Yogyakarta, Jumat (6/6/2018).

Menurut dia, keberadaan PerpuSeru ini dapat dirasakan manfaatnya oleh banyak orang. Melalui PerpuSeru masyarakat dapat mengakses dan belajar banyak hal melaui internet dan diskusi. "Masyarakat banyak belajar dari internet. Mereka yang belajar usaha dari nol akhirnya sukses begitu juga yang awalnya gagal akhirnya sukses setelah dibimbing dan banyak belajar," terangnya.

Titiek mengatakan, keberadaan PerpuSeru mampu merubah cara pandang dan berpikir masyarakat lebih maju dan modern. Bahkan target pemberdayaan dengan kualitas hidup yang lebih baik bisa tercapai. "Selama tujuh tahun berjalan sejak 2011, layanan internet kami hampir dikunjungi 14 juta orang diseluruh indonesia. Sementara total biaya yang dihabiskan mencapai USD12 juta," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Perpusnas Muhamad Syarif Bando mengungkapkan, PerpuSeru telah menyebarkan kisah kisah sukses mereka yang telah memanfaatkan layanan perpustakaan. Kesuksesan PerpuSeru kata dia menarik perhatian pemerintah menjadi kegiatan prioritas nasional bertajuk transformasi layanan perpustakaan berbasis inkusi sosial karena membawa dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan literasi.

"Kami memberi apresiasi setinggi tingginya kepada tim PerpuSeru atas upaya yang sungguh sungguh dalam membangun masyarakat berpengetahuan dan menumbuhkan budaya baca," ungkap Bando.

Diakhir acara Coca Cola Foundation Indonesia menyerahkan kepada Pepusnas dan Bapennas buku "Meraih Asa Lewat Literasi" sebuah buku yang mengangkat kisah sukses dan nyata orang orang yang berhasil dan memiliki dampak perubahan kualitas hidup dari program PerpuSeru.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak