alexametrics

Bahayakan Penerbangan, Kemenhub Sita Ratusan Balon Udara

loading...
Bahayakan Penerbangan, Kemenhub Sita Ratusan Balon Udara
Ketua Posko Harian Mudik Lebaran Kemenhub Arif Toha menjelaskan, Kemenhub telah menyita ratusan balon udara di Ponorogo, Pekalongan, dan Wonosobo. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Ketua Posko Harian Mudik Lebaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Arif Toha menjelaskan, Kemenhub telah menyita ratusan balon udara di wilayah Ponorogo, Pekalongan dan Wonosobo.

Kemenhub melakukan penyitaan bersama anggota Polri dan TNI untuk mengantisipasi ancaman bagi penerbangan.



"Sampai kemarin itu sudah ratusan yang diamankan balon udara. Hari ini akan terus diawasi dan akan bertambah jumlahnya," kata Arif di Posko Nasional Angkutan Mudik Lebaran Kemenhub, Jakarta, Selasa (19/6/2018).

Arif memastikan hingga saat ini keberadaan balon udara belum mengganggu kegiatan penerbangan. "Nanti kita antisipasi saja. Sosialisasi sudah kita lakukan sejak jauh hari sebelumnya. Tapi masyarakat masih saja (menerbangkan balon udara)," ucapnya.

"Ya itu tradisi mungkin ya. Dan kita berharap ke depannya, balon udara yang ada di sekitar jalur penerbangan bisa terus menurun agar tidak mengancam kegiatan penerbangan," tambah dia.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengingatkan bahwa pihak-pihak yang menggunakan atau mengoperasikan balon udara yang mengancam keselamatan penerbangan bisa terkena ancaman pidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp500 juta.

Hal tersebut sesuai yang termuat pada pasal 411 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. "Saya sampaikan bahwasanya balon udara ini sangat bahaya," ujar Budi dalam konferensi pers di Posko Angkutan Lebaran Kemenhub, Jakarta, Minggu (17/6/2018).

Menurut Budi, pesawat dapat menabrak atau tertabrak balon-balon udara tersebut dan berisiko terhadap keselamatan penerbangan.

Dia tak ingin Indonesia memperoleh pencabutan larangan terbang maskapai penerbangan Indonesia ke Uni Eropa menjadi tercoreng.

"Ini dapat dipertanyakan juga kepada kita bagaimana kita dapat mengawal prestasi pencabutan pelarangan terbang (EU Flight Ban) maskapai penerbangan Indonesia yang baru kita raih pada Kamis lalu," ujar Budi.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak