alexametrics

Idul Fitri Momen Saling Membesarkan untuk Persatuan

loading...
Idul Fitri Momen Saling Membesarkan untuk Persatuan
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan Idul Fitri harus menjadi momen bagi umat untuk saling merangkul dan saling membesarkan untuk persatuan. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Idul Fitri adalah hari dimana umat Islam merayakan kemenangan setelah sebulan penuh melawan nafsu melalui berpuasa. Kembali ke kondisi fitri adalah momen yang mestinya direnungkan dan diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa. Karenanya makna Idul Fitri yang dalam harusnya menjadi momen bagi umat untuk saling merangkul, saling membesarkan, dan tak mengecilkan satu dengan lainnya.

Demikian dinyatakan sejumlah tokoh nasional, menyambut Idul Fitri 1439 Hijriah ini. “Idul Fitri adalah kondisi dimana semua kembali ke nol. Semua yang buruk kita tanggalkan, kembali bersih. Negara ini milik kita bersama, dan bersatu menjadi kunci Indonesia untuk maju. Kita harus saling membesarkan, jangan saling mengecilkan. Ini momen kita untuk saling bersatu, bukan cerai berai, apalagi berseteru yang bersifat paradoks dari makna Idul Fitri,” ujar Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Jumat (15/6/2018).



Moeldoko menilai potensi bangsa ini sangatlah besar dengan segala keberagaman suku bangsa, budaya, dan sumber daya alamnya. Karenanya, dari semua kelebihan itu, Indonesia harusnya jaya dengan semua potensinya.

“Jadi amatlah disayangkan jika semua potensi ini tergerus karena warga negaranya tak berpikiran bersatu,” tambah mantan Panglima TNI yang juga bergelar doktor ini.

Waketum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi juga berpendapat senada. Ia mengajak kepada umat Islam setelah menjalani serangkaian ibadah selama bulan Ramadhan dapat lebih meningkatkan kepatuhannya terhadap ajaran Islam dan kepeduliannya terhadap sesama terutama kepada kaum dhuafa, fakir-miskin dan anak yatim-piatu, dengan mengeluarkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

"Mengajak kepada seluruh umat Islam di Indonesia untuk menjadikan Hari Raya Idul Fitri sebagai momentum menjaga kohesi sosial, menjaga perdamaian, memperkuat dan mengokohkan kembali ikatan dan hubungan antar sesama saudara seagama (ukhuwah islamiyah), saudara sebangsa (wathaniyah), saudara sesama manusia (insaniyah)," ujar Zainut di kesempatan berbeda.

Terlebih Idul Fitri tahun ini dekat dengan agenda politik nasional berupa Pemilukada, Pemilihan Legistatif dan Pemilihan Presiden 2019, MUI menilai perbedaan aspirasi politik merupakan hal biasa yang harusnya dipandang sebagai rahmat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak