alexametrics

PDIP Minta KPK Buktikan OTT Bersih dari Agenda Politik Pilkada

loading...
PDIP Minta KPK Buktikan OTT Bersih dari Agenda Politik Pilkada
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mendatangi kediaman calon bupati petahana Tulungagung Syahri Mulyo yang sejak Sabtu (9/6/2018) ditahan KPK. Foto/SINDOnews/Solichan Arif
A+ A-
TULUNGAGUNG - Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mendatangi kediaman calon bupati petahana Tulungagung Syahri Mulyo yang sejak Sabtu (9/6/2018) ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Di depan ribuan massa PDIP dan simpatisan pendukung pasangan calon Syahri Mulyo-Maryoto Bhirowo (Sahto), Hasto mengatakan operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Syahri Mulyo tidak pernah terjadi.

Begitu juga yang dialami Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar. OTT tidak pernah terjadi. Karenanya dia meminta keadilan dan kebenaran hukum harus ditegakkan setegak tegaknya. "Prosesnya (OTT) begitu cepat. Dan seakan beliau buron. Karenanya keadilan hukum dan kebenaran harus ditegakkan, "ujar Hasto kepada wartawan Minggu (10/6/2018).

Hasto juga menegaskan, PDIP mendukung penuh kerja pemberantasan korupsi KPK. Namun KPK diminta bisa membuktikan agenda hukum yang berjalan (OTT di Tulungagung dan Blitar) benar benar bersih dari agenda politik Pilkada. Bahwa penetapan tersangka Syahri Mulyo dan juga Samanhudi Anwar dengan cara OTT, lepas dari agenda politik.



"Harus bisa dibuktikan agenda hukum yang ada diluar agenda kontestasi politik pilkada. Ada beberapa hal yang perlu diklarifikasi terkait OTT tersebut, "jelas Hasto. Saat ini PDIP terus mengumpulkan data dan fakta terkait indikasi adanya campur tangan agenda politik pilkada.

Hal itu mengingat hingga saat ini hasil survei masih menempatkan pasangan Sahto unggul 63 persen dari paslon lawan. Adanya operasi politik berbalut hukum dicurigai menjadi cara penghancuran paslon Sahto.

Hasto berharap pilkada di Tulungagung bisa berjalan sebagaimana mestinya. Biarlah rakyat memilih pemimpin terbaiknya tanpa campur tangan pihak lain. "Hasil survei menempatkan calon kami (Sahto) yang teratas, "pungkasnya.

Seperti diketahui, acara yang menghadirkan ribuan massa ini bertajuk "Buka bersama dan Reuni Persatuan Serikat Muda". Acara yang juga dihadiri anggota DPR RI Arteria Dahlan, Ketua DPC PDI P Supriyono, Ketua Tim Pemenangan Sahto, Cawabup Maryoto Bhirowo dan seluruh pengurus partai serta relawan berlangsung di pendopo rumah pribadi Syahri Mulyo.

Seperti diberitakan calon bupati petahana Tulungagung Syahri Mulyo ditetapkan sebagai tersangka kasus suap proyek infrastruktur jalan. Sejak Sabtu malam (9/6) Syahri telah menyerahkan diri ke KPK dan langsung ditahan.

Syahri diduga menerima dana Rp2,5 miliar dari kontraktor asal Blitar Susilo Prabowo alias Embun (yang juga ditetapkan tersangka). Dana diterimakan tiga kali. Dalam OTT di Tulungagung, KPK juga menetapkan Kepala Dinas PUPR Santoso dan Agung, yakni unsur swasta sebagai tersangka.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak