alexametrics

Respons Laporan BNPT, Menristekdikti Kumpulkan Semua Rektor

loading...
Respons Laporan BNPT, Menristekdikti Kumpulkan Semua Rektor
Laporan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme yang menyebut ada tujuh kampus yang terpapar paham radikal direspons oleh Menristekdikti Mohamad Nasir. Foto/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Laporan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menyebut ada tujuh kampus yang terpapar paham radikal direspons oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir.

Dirinya bakal mengumpulkan seluruh rektor perguruan tinggi negeri di Indonesia pada 25 Juni 2018 nanti. Sebab, dirinya ingin menelisik lebih dalam mengenai laporan BNPT tersebut.

"Maka tanggal 25 nanti saya akan kumpulkan semua rektor perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia untuk menyikapi radikalisme di dalam kampus," kata Nasir di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/6/2018).



Salah satu langkah yang bakal dilakukannya terhadap sebuah kampus terpapar paham radikal adalah memperbaiki kurikulumnya. Kemudian, dia akan meminta setiap rektor untuk mendata semua pegawai, dosen dan mahasiswa yang terpapar paham radikalisme.

"Sebelum ditindak, ditanya dia mau kembali lagi atau tidak ke NKRI," ucapnya.

Adapun pendataan yang dilakukan melalui melalui media sosial dan melacak interaksi lewat nomor telepon seluler. "Kita bisa lacak hubungan apa dari sana," katanya.

Sejumlah pihak akan dilibatkannya dalam pertemuan dengan para rektor perguruan tinggi negeri itu. Beberapa di antaranya adalah BNPT dan Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan.

Sementara itu, tujuh kampus yang disebut BNPT terpapar paham radikalisme adalah Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Insitut Teknologi Surabaya (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB).
(maf)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak