alexametrics

Masa Tugas Tim Bentukan Komnas HAM Kasus Novel Diperpanjang

loading...
Masa Tugas Tim Bentukan Komnas HAM Kasus Novel Diperpanjang
Ketua Tim Bentukan Paripurna Kasus Novel, Sandrayati Moniaga saat jumpa pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu (23/5/2018). Foto/SINDOnews/Rakhmatulloh
A+ A-
JAKARTA - Ketua Tim pemantauan atau tim bentukan paripurna kasus Novel Baswedan yang dibentuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Sandrayati Moniaga mengatakan, berdasarkan sidang paripurna pada Mei 2018, disetujui untuk diperpanjang masa kerjanya selama 3 bulan ke depan.

Menurut Moniaga, perpanjangan masa tugas tim ini dilakukan karena masih diperlukan pendalaman kepada beberapa pihak atas informasi yang telah diperoleh, termasuk melakukan "cross-check" informasi. Menurutnya, pendalaman ini memastikan akurasi informasi, usaha untuk kelengkapan fakta dan pengayaan cara pandang.

"Di beberapa hal telah dilakukan, namun belum keseluruhan aspek yang kami anggap penting," kata Moniaga dalam jumpa pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

(Baca juga: Ungkap Kasus Novel, Ini Hasil Kerja Tim Paripurna Bentukan Komnas HAM)

Selain itu, Moni sapaan akrabnya menjelaskan bahwa perpanjangan mas tugas karena adanya proses yang harus dilalui berupa tindaklanjut dan atau perlengkapan data atas klarifikasi yang telah diberikan yang masih membutuhkan waktu.

"Pendalaman dengan ahli khususnya terkait bidang spesifik yang nantinya menjadi dasar untuk melihat mekanisme kerja, fakta dan merangkai temuan," ujarnya.

Tim pemantauan atau tim bentukan paripurna kasus Novel Baswedan dibentuk atas inisiasi Komnas HAM karena melihat kasus penyerangan dan penyiraman air keras terhadap Novel belum menemui titik terang.

Meski penyelidikan kasus ini cukup lama, namun aparat kepolisian yang ditugasi mengusut kasus ini belum berhasil menangkap para pelaku dan otak dari penyerangan tersebut.

Tim ini terbentuk melalui sidang paripurna pada Februari 2018 sebagaimana disahkan dalam putusan sidang paripurna nomor 02/SP/II/2018. Tim ini terdiri dari anggota Komnas HAM dan sejumlah tokoh masyarakat dan akademisi.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak