alexametrics

20 Tahun Reformasi

Elemen Bangsa Diingatkan Tak Terlena Kepentingan Sesaat

loading...
Elemen Bangsa Diingatkan Tak Terlena Kepentingan Sesaat
Pengamat Militer dan Intelijen Susaningtyas Kertopati. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati menilai tiga elemen bangsa patut mendapatkan apreasi terkait perjalanan 20 tahun pascareformasi.

Adapun tiga elemen yang dimaksud, yakni pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat. Apresiasi kepada pemerintah dinilainya patut diberikan karena hingga kini berhasil menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan berfungsinya administrasi negara dengan baik.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi juga berhasil dijaga meski kondisi perekonomian dunia kurang kondusif. Peran Indonesia di tingkat regional dan global juga semakin meningkat seiring bertambahnya kemampuan memberikan kontribusi kepada dunia melalui pencapaian Sustainable Development Goals (SDG).

Apresiasi kepada TNI dan Polri juga patut diberikan karena keberhasilan menjaga stabilitas keamanan dalam negeri dan kawasan Asia Tenggara. "Semua agenda reformasi 1998 berhasil dicapai dengan baik merujuk tugas pokok dan fungsi TNI sebagai alat negara dan Polri sebagai alat pemerintah. Meskipun terdapat perbedaan tugas pokok tetapi fungsi TNI dan Polri adalah sama, yakni sebagai aparat keamanan sehingga Reformasi sejatinya menghendaki lebih bersinerginya TNI dan Polri," kata perempuan yang biasa disapa Nuning ini.  

Dia mengatakan, apresiasi kepada masyarakat luas juga patut diberikan karena tingkat kesejahteraan masyarakat sudah meningkat. Masyarakat Indonesia juga lebih aktif memberikan masukan kepada pemerintah agar berfungsi dengan lebih baik.

Kebebasan pers juga dinilai Nuning menjadi salah satu instrumen penting masyarakat untuk memberikan masukan kepada pemerintah.

Menurut dia, tingkat pendidikan rata-rata penduduk juga sudah mencapai batas kecukupan masyarakat menengah berpendidikan. Kondisi sosial masyarakat juga dirasa lebih baik pada era Kabinet Jokowi.

Salah satunya karena adanya pembangunan konektivitas seluruh rangkaian pulau di Indonesia. Namun kritik juga diperlukan kepada pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat menyongsong Indonesia Emas 2045.

Mantan anggota Komisi l DPR ini menilai kritik kepada pemerintah, utamanya pada proses penegakan hukum secara adil kepada semua bentuk kejahatan, baik kejahatan terhadap publik maupun kejahatan terhadap negara.

Dia mengatakan, ketegasan dan kecepatan pemerintah dalam proses hukum akan menjadi kepastian hukum yang dapat mengayomi seluruh masyarakat Indonesia.

Kritik kepada TNI-Polri, terkait konflik yang kerap terjadi menjadi masukan positif untuk kedua institusi. Sinergi TNI-Polri merupakan kunci keberhasilan menjaga stabilitas keamanan dalam negeri, contohnya dalam menanggulangi aksi teror belakangan ini.

"Jangan lagi berbicara tumpang tindih kewenangan TNI dan Polri, melainkan bagaimana pemerintah dan seluruh masyarakat mendorong sinergi alat negara dan alat pemerintah tersebut. Bentuk serangan dan modus operasi teroris di masa mendatang harus diantisipasi dan ditanggulangi oleh TNI-Polri bersama seluruh masyrakat," tuturnya.

Sementara, lanjut dia, kritik kepada masyarakat terkait penyalahgunaan kebebasan berbicara dan kebebasan berpendapat untuk menyerang pemerintah dan membuat renggang hubungan TNI dan Polri.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak