alexametrics

Total 4 Terduga Teroris Jaringan JAD Ditangkap di Tangerang

loading...
Total 4 Terduga Teroris Jaringan JAD Ditangkap di Tangerang
Empat terduga pelaku terorisme jaringan JAD di Jabodetabek pimpinan Koswara dan Dodi Suridi, diciduk disejumlah tempat terpisah, di Kota Tangerang. (Foto/Hasan Kurniawan/Koran SINDO/Dok)
A+ A-
TANGERANG - Empat terduga pelaku terorisme jaringan JAD di Jabodetabek pimpinan Koswara dan Dodi Suridi, diciduk disejumlah tempat terpisah, di Kota Tangerang, Banten.

Tiga terduga pelaku tertangkap, di Toko Duta Konveksi, Jalan Gempol Raya, RT04/02, Pinang, Kunciran. Terdiri dari dua pria dan satu wanita, yakni Kohir dan istrinya, serta seorang pekerja konveksi.

Sedang seorang pelaku lainnya, bernama Ato, ditangkap di Perumahan Kunciran Mas Permai, Gang Delima, RT02/15, Pinang, Kunciran. Ato adalah pedagang kebab, di Graha Raya Bintaro, Tangerang.

Midah (37), tetangga pelaku mengatakan, penangkapan berlangsung sekira pukul 11.00 WIB. Saat itu, Kohir sedang keluar rumah untuk membuang sampah. Tiba-tiba, dia sergap anggota Densus 88.

"Sebelum ditangkap, sudah ada beberapa polisi yang datang memantau toko konveksi pelaku. Pemantauan ini sudah dilakukan sejak seminggu lalu," katanya, di Kunciran Induk, Rabu (16/5/2018).

Saat dilakukan penangkapan, anggota Densus 88 sempat mengeluarkan tembakan peringatan ke udara sebanyak satu kali. Tidak ada perlawanan dari terduga pelaku, beserta istrinya.

"Pelaku Kohir memiliki ciri-ciri kulit putih, hidung mancung, badan agak gemuk, dan mukanya brewokan. Orangnya baik, suka bercanda dengan saya dan membeli pisang goreng dagangan saya," jelasnya.

Melihat petugas Densus 88 bersenjata laras panjang dengan penutup wajah, Midah mengaku sempat mengira mereka gerombolan garong yang ingin merampok toko Duta Konveksi milik Kohir.

"Saya tidak menyangka, orang baik seperti itu ditangkap Densus 88 dan terlibat jaringan terorisme. Dia sudaj setahun lebih tinggal di sini, dan baru dua bulan lalu menikah dengan istrinya," ungkap Midah.

Dijelaskan dia, Kohir merupakan perantau asal Medan. Sedang istrinya yang selalu memakai cadar orang Sukabumi. Mereka belum memiliki anak. Meski dikenal agak tertutup, Kohir suka salat berjamaah.

"Pakaiannya biasa. Hanya saja kalau salat Jumat dia suka memakai gamis. Katanya sih enak, adem. Dia punya kakak cewek, tinggalnya di Perumahan Duta Bintaro. Dia tinggal di sini, karena kakaknya," bebernya.

Dari Toko Duta Konveksi, Jalan Gempol Raya, Kohir beserta istri dan seorang pegawai konveksinya dibawa menuju ke lokasi penggerebekan kedua, di Ubud 2, dan Nusa Dua, Perumahan Duta Bintaro.

Di dua lokasi ini, petugas Densus 88 tidak mengangkut seseorang. Hanya membawa sejumlah bekas. Kemudian, mereka bergeser lagi menuju Perumahan Kunciran Mas Permai, di Gang Delima, RT02/15.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak