alexametrics

Jokowi Minta Anggota DPRD Tak Produksi Banyak Perda

loading...
Jokowi Minta Anggota DPRD Tak Produksi Banyak Perda
Presiden Joko Widodo (kanan) disaksikan (dari kiri ke kanan) Sekjen DPP PPP Asrul Sani, Menko Polhukam Wiranto, dan Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy memukul gong saat penutupan Workshop Nasional Anggota DPRD PPP 2018, di Jakarta, Selasa (15/5/2018). FOTO/K
A+ A-
JAKARTA - Masih banyaknya regulasi di tingkat daerah yang bermasalah, membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus mengingatkan anggota DPRD tidak berlomba melahirkan peraturan daerah (perda). Dalam setahun, DPRD cukup membuat satu atau dua perda yang berkualitas dan mempunyai manfaat jangka panjang.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan acara lokakarya nasional anggota DPRD dari Fraksi PPP di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (15/5/2018). "Saya menitip berkaitan dengan regulasi, jangan banyak-banyak buat perda," ujar Jokowi.

Dia mengaku tahu motif anggota DPRD berlomba membuat perda. Kendati demikian, sudah saatnya wakil rakyat mengubah motif dan perilaku mereka untuk lebih berorientasi pada kepentingan masyarakat dalam setiap proses pembuatan regulasi. "Saya tahu kenapa perda dibuat banyak, saya tahu. Arahnya ke mana, saya tahu. UU dibuat banyak arahnya ke mana, saya juga tahu, saya ini orang lapangan, ngerti. Marilah kita ubah," tambahnya.

Jokowi menegaskan jika memang harus membuat perda, anggota DPRD harus memastikan aturan yang dibuat mempunyai tingkat relevansi tinggi terhadap kepentingan masyarakat. Selain itu, regulasi yang dibuat berorientasi ke depan sehingga bisa berlaku dalam kurun waktu lama.



"Kalau buat perda, buatlah perda yang detail, yang baik, yang punya kualitas, yang nantinya untuk kepentingan jangka panjang, tapi berikan keleluasaan masyarakat untuk berinovasi, justru jangan membebani, nggak usah lagi banyak-banyak. Bisa 1 sampai 3 setahun cukup, tapi kualitasnya yang baik," terangnya.

Jokowi dalam acara itu sempat menyinggung tentang kedekatannya dengan PPP. Menurutnya, selama ini dirinya selalu menyempatkan diri untuk hadir dalam setiap undangan yang dilayangkan Ketua Umum PPP Romahurmuzy (Romy). "Ketua umum kan undang saya enam kali, alhamdulillah saya bisa hadir terus. Tadi bisik-bisik 'Pak perlu diundang 10 kali'. Saya belum nangkap 10 kali, karena nomor PPP 10 (di pemilu)," canda Jokowi.

Jokowi juga memuji Romy sebagai salah satu ketua umum parpol yang mempunyai kriteria mumpuni sebagai kandidat calon wakil presiden. Menurutnya, Romy merupakan sosok pemimpin yang pintar dan religius sehingga cocok bila menjabat sebagai orang nomor dua di Indonesia.

"Dalam satu acara talk show, saya ditanya 'Pak gimana urusan wapres'. Kemudian ditunjuk gambar Pak Romy, saya jawab spontan artinya keluar dari hati saat itu, ya muda, santri, intelektual, terus gimana? Ya, cocok jadi cawapres. Bener kan? Bener," kata Jokowi.

Jokowi telah melihat langsung cara berbicara Romy selama satu jam dalam acara penutupan Workshop Nasional Anggota DPRD PPP se-Indonesia tahun 2018. Oleh sebab itu, menurut dia, ketua umum partai berlambang Kakbah itu merupakan sosok yang intelektual dan layak menjadi cawapres.

"Tapi saya tambahin setelah mendengar apa yang disampaikan Pak Ketum PPP lebih dari satu jam, betul-betul sebuah menunjukkan intelektual yang sangat prima," tandasnya.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak