alexametrics

Definisi Terorisme

loading...
Definisi Terorisme
Dinna Wisnu, PhD. Foto/Istimewa
A+ A-
Dinna Wisnu, PhD

Pengamat Hubungan Internasional



@dinnawisnu

 

PRESIDEN dan Kapolri meminta agar revisi RUU Antiterorisme segera diselesaikan secepat mungkin agar penanggulangan masalah terorisme ini dapat dilakukan dengan lebih luas, dalam dan terarah. Presiden sendiri mengancam akan menerbitkan perppu apabila hingga Juni nanti belum ada indikasi revisi itu terjadi.

Di sisi lain, DPR menyatakan bahwa persoalannya bukan di pihak mereka, melainkan di internal pemerintah yang masih belum menyepakati definisi terorisme. Banyak pihak, khususnya DPR, menilai bahwa hal itu membuktikan bahwa pembahasan RUU itu sudah mencapai 90% dan tinggal sedikit menyelesaikan masalah definisi tersebut.

Bagi saya, hal itu justru terbalik. Definisi terorisme adalah inti dari RUU tersebut dan pasal-pasal lain akan mengikuti definisi tersebut. Sempit dan luasnya definisi terorisme akan berdampak terhadap keberadaan pasal-pasal lain. Contoh jika terorisme didefinisikan sebagai ancaman yang timbul dari luar maka keterlibatan aparat militer lain seperti TNI atau BIN menjadi perlu, sementara apabila definisi itu hanya menyangkut ancaman yang timbul dari dalam maka keterlibatan aparat militer lain menjadi tidak perlu.

Pro dan kontra definisi terorisme bukan hanya masalah di Indonesia, melainkan juga di dunia. Perbedaan ini muncul karena sulitnya menemukan nilai-nilai universal yang berlaku tidak hanya di satu wilayah atau negara, tetapi juga di semua tempat, karena terorisme sifatnya lintas batas negara.

Contoh, tentang siapa yang dimaksud pelaku teroris? Apakah mereka yang melakukan sabotase melakukan pembakaran pabrik yang mencemari lingkungan dan menimbulkan korban sama dosanya dengan mereka yang membakar instalasi militer karena perbedaan ideologi?

George Bruce (2015) menceritakan bagaimana Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) perlu waktu yang panjang untuk mendefinisikan terorisme. PBB mencoba menawarkan definisi umum tentang terorisme setelah PBB menangani peristiwa pembunuhan di Olimpiade Munich pada 1972.

Peristiwa yang dikenal dengan nama Black September adalah kejadian di mana pada 5 September 1972, kelompok September Hitam (Black September) yang terdiri atas orang-orang Palestina menyandera dan membunuh 11 atlet Israel dan seorang polisi. Mayoritas militan terbunuh dan hanya menyisakan tiga orang.

Beberapa negara, khususnya di Afrika, Asia, dan Tengah Timur tidak mau melabeli kelompok tersebut sebagai teroris karena mengetahui dan bersimpati dengan tujuan mereka, yaitu untuk pembebasan bangsa Palestina.

Hal yang sama juga dilakukan Barat, terutama Amerika Serikat yang menolak gerakan kontra-Nikaragua sebagai organisasi teroris, karena gerakan itu adalah perlawanan terhadap kekuasaan sosialis yang cenderung beraliansi dengan kelompok-kelompok komunis. Namun, mereka tidak masalah terhadap gerakan anti-Apartheid di Afrika Selatan, yaitu African National Congress, disebut sebagai teroris karena perlawanan mereka terhadap pemerintahan kulit putih.

PBB mengadopsi Konvensi Internasional untuk Suppression of Terrorist Bombings tahun 2001, meskipun proses untuk mencari definisi yang tepat dan diterima semua bangsa masih terus dilakukan. PBB juga sempat frustrasi karena tidak tercapainya kata sepakat tentang terorisme meski tindakan teror semakin meningkat.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak