alexametrics

Ryamizard: Kita Harus Keras Melawan Teroris

loading...
Ryamizard: Kita Harus Keras Melawan Teroris
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu pun menegaskan Indonesia harus keras melawan teroris. Menurut dia, terorisme meruapakan ancaman faktual dan serius bagi keamanan negara.

Hal itu diungkapkan Ryamizard menyikapi serangan teror bom di tiga gereja dan Mapolrestabes Surabaya, Minggu dan Senin (13-14 Mei 2018).



Ryamizard menegaskan, penanganan terorisme tidak bisa menggunakan langkah biasa saja. "Harus keras kita melawan terorisme, jangan sedikit-sedikit HAM, sedikit-sedikit HAM," ujar Ryamizard di Graha Mandiri, Jakarta, Senin (14/5/2018).

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini mengatakan, para pelaku teror sekarang merupakan teroris generasi ketiga, yaitu alumnus milisi ISIS yang pernah berperang di Suriah. Mereka kembali ke Indonesia setelah kekalahan ISIS.

Adapun teroris generasi pertama, kata Menhan, adalah teroris pasca tragedi 11 September 2001. Generasi kedua, para teroris ISIS. Generasi ketiga yang merupakan para milisi pulang kampung yang mengakui terbentuknya ISIS di Asia Tenggara.

"Dua tahun lalu saya buat trilateral (dengan Malaysia dan Filipina-red) untuk melokalisir (teroris di Asia Tenggara). Dua tahun lalu saya sudah mengerti akan terjadi begini," katanya.

Bahkan kata dia, perintah itu menyatakan bahwa basis ISIS di Marawi akan dipindahkan ke Indonesia. "Artinya mereka sudah persiapan benar-benar matang, enggak tanggung-tanggung," katanya.

Karena itu, lanjut Ryamizard, menghadapi terorisme tidak bisa dengan langkah biasa. Melainkan melakukan langkah yang luar biasa dan menindak lebih keras terhadap teroris.

Dia pun tidak mempersoalkan jika TNI dilibatkan dalam penanganan teroris, karena tugas pokok TNI adalah menjaga keutuhan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak