alexametrics

Cegah Hoaks, Polri Diminta Jelaskan Kerusuhan di Mako Brimob

loading...
Cegah Hoaks, Polri Diminta Jelaskan Kerusuhan di Mako Brimob
Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni (berdiri). Foto/KORAN SINDO/Ahmad Yani
A+ A-
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni yakin Polri akan menangkap dalang kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa 8 Mei 2018.

Sahroni juga mengimbau masyarakat tidak langsung memercayai berbagai informasi yang beredar di media sosial (medsos).

Dia percaya Polri tidak akan menutupi dan akan segera mengumumkan kronologi, motif, dan jumlah korban dalam peristiwa tersebut.



“Jangan langsung percaya dengan berbagai kabar ataupun foto yang beredar di media sosial. Saya yakin Polri akan segera menuntaskan kasus ini dan mengumumkan ke publik mengenai semua hal menyangkut kerusuhan ini, termasuk penyebab dan jumlah korban jiwa,” kata Sahroni.

Di sisi lain, Sahroni mengingatkan Polri harus bergerak cepat dalam menangani kasus ini untuk mencegah semakin banyaknya informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Menurut dia, jangan sampai masyarakat menerima informasi salah hingga terprovokasi atau berdampak pada lunturnya kepercayaan terhadap Polri. Terlebih kerusuhan ini terjadi di rutan yang berada di Mako Brimob.

Sahroni juga menyinggung tentang kabar adanya klaim dari ISIS yang mengaku mendalangi kerusuhan ini melalui aplikasi media sosial.

Menurut dia, jika pernyataan itu memiliki korelasi dengan kerusuhan di Rutan Brimob maka Polri dan pemerintah harus melakukan evaluasi terhadap pengamanan tahanan, khususnya yang terlibat dalam kasus terorisme.

"Sebaliknya bila tak berkaitan dengan ISIS, Polri harus segera menginformasikan kebenarannya secara detail agar publik tak termakan hasutan," tandasnya.

Hal ini dilontarkan Sahroni menanggapi pernyataan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono yang menjelaskan kerusuhan disebabkan persoalan nasi titipan keluarga tahanan.

Sahroni juga menilai pentingnya dilakukan evaluasi pengamanan di berbagai rutan, termasuk di Rutan Mako Brimob. Kerusuhan di lokasi ini diketahui bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya insiden keributan juga terjadi di rumah tahanan yang lekat dengan kasus terorisme ini pada 11 November 2017 silam.

Keributan ketika itu bermula saat petugas Densus 88 melakukan sweeping di sel-sel narapidana dan menyita sejumlah ponsel.

“Peristiwa kedua yang berlangsung dini hari mempertegas pentingnya dilakukan evaluasi pengamanan, apakah jumlah personel yang menjaga di rutan di tambah atau perlunya dilakukan langkah lain,” kata politikus Partai Nasdem ini
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak