alexametrics

Unggul di Survei, Mega Tak Segan Pecat Kader PDIP yang Tak Disiplin

loading...
Unggul di Survei, Mega Tak Segan Pecat Kader PDIP yang Tak Disiplin
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri membuka rapat koordinasi bidang politik dan keamanan tingkat nasional di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (3/5/2018). Foto/SINDOnews/Rakhmatulloh
A+ A-
JAKARTA - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri membuka rapat koordinasi bidang politik dan keamanan tingkat nasional. Dalam kesempatan itu, Mega menyampaikan bahwa saat ini telah masuk tahun politik yang diawali dengan pelaksanaan Pilkada di 171 daerah di Indonesia.

Mega sapaan akrabnya menyatakan, di tahun politik tersebut, PDIP tak memiliki jeda waktu untuk menyiapkan strategi politik karena selanjutnya partai dihadapkan pada tahapan pemilihan legislatif dan pemilu presiden 2019 mendatang.

"Hadi jadwal kita luar biasa, tidak ada waktu berhenti, bermalas-malasan, jeda," ujar Mega di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (3/5/2018).



Presiden kelima RI ini menuturkan bahwa di tingkat pusat dirinya sangat antusias dan disiplin dalam melakukan kerja-kerja politik, termasuk rajin menggelar rapat koordinasi partai di daerah. Karenanya sanksi pemecatan juga telah disiapkan bagi kader yang tak memiliki disiplin.

Mega mengaku sangat mengharapkan dalam rakorbid ini kader partai terus menjalankan tugasnya tanpa henti. Dalam hal Pilkada, dirinya mengaku sudah mengintruksikan kadernya di tingkat legislatif dan eksekutif untuk tak bertanya lagi tentang tugas yang harus mereka kerjakan.

Dia berharap, konsolidasi terus dijaga agar hasil survei yang selalu memunculkan PDIP di peringkat pertama terus terjaga hingga pemilu diketahui hasilnya. Mega menegaskan bahwa partainya tidak pernah mengajarkan kadernya untuk duduk-duduk santai menunggu hasil survei.

"Tidak ada hal kecuali turun ke bawah, kalau dilihat dari kita ke nomor dua sparenya jauh, dari nomor dua ke nomor lain seperti menarik garis turun. Itu boleh dijadikan kebanggan tapi tidak boleh sombong dan alpa," pungkasnya.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak