alexametrics

Opini Koran SINDO

UMKM Kompetitif di Era Ekonomi Digital

loading...
Akan tetapi upaya menumbuhkan dan mengembangkan UMKM agar terjun di pasar digital tidak bisa hanya bergantung pada langkah pemerintah pusat. Pemerintah pusat perlu mendorong pemerintah daerah dan sektor swasta untuk ikut berperan dengan mengeluarkan beragam output seperti program daerah untuk menumbuhkan UMKM, menciptakan banyak kompetisi UMKM, dan memunculkan website-website baru yang memberi wadah kepada UMKM lokal di daerah.

Program pengembangan dan peningkatan kapasitas UMKM harus dilaksanakan se-cara masif dan menyebar di berbagai daerah sehingga dapat memunculkan UMKM baru yang terjun di pasar ekonomi digital. Syarat penting yang harus dipenuhi untuk melakukan itu adalah produk yang semakin berkualitas, kemampuan teknologi, inovasi produk yang dilakukan secara terus-menerus, dan atmosfer usaha UMKM dalam negeri yang menggeliat sehingga menarik perhatian konsumen global.

Karakter Ekonomi Digital

Salah satu aspek yang tidak boleh dilupakan dalam mendorong UMKM masuk dalam era digital adalah karakteristik pasar yang bersifat disrupsi. Menurut Christensen dalam Khasali (2017:35), era disrupsi bukan sekadar sebuah inovasi, tetapi era yang lebih menekankan pada penciptaan sebuah kebaruan yang lebih efisien dan menyeluruh. Secara alamiah, pihak incumbent maupun pendatang baru yang tidak bisa memunculkan kebaharuan akan semakin tergerus. Kondisi persaingan yang semakin ketat dan inovatif ini juga terjadi di pasar UMKM.

Selain peran aktif pemerintah dalam menstimulasi kemunculan dan peningkatan kapasitas UMKM, pemerintah perlu memperhatikan fondasi riset sebagai modal bersaing di pasaran. Langkah selanjutnya adalah pemetaan dalam skala nasional tentang potensi sektoral yang dapat dikembangkan menjadi UMKM berdaya saing tinggi. Setelah pemetaan potensi secara makro, pemerintah perlu membangun struktur kelemba-gaan khusus riset yang berfungsi menaungi dan memberikan infrmasi inovasi produk kepada pengusaha UMKM.

Model riset bisa dijalankan menggunakan konsep triple helix yang merelasikan antara pemerintah, swasta, dan perguruan tinggi (Etzkowitz dan Leydesdorff dalam Chalid, 2017: 233). Triple helix yang bersifat kemitraan antarinstitusi diharapkan mampu berperan sebagai tim yang melakukan riset pengembangan teknologi dan inovasi produk yang mampu memberikan sumbangsih positif kepada UMKM. Secara teknis proses inovasi dapat dilaksanakan melalui proses penelitian, pengembangan, demonstrasi, melacak formasi pasar hingga penyebaran teknologi dan informasi kepada tiap UMKM (Wilson et al dalam Chalid, 2017: 237).
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak