alexametrics

Panglima TNI-Kapolri Ingatkan Prajurit Waspadai Ancaman Cyber War

loading...
Panglima TNI-Kapolri Ingatkan Prajurit Waspadai Ancaman Cyber War
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengingatkan prajuritnya untuk mewaspadai cyber war yang dapat mengancam keutuhan NKRI. Foto/SINDOnews/Agus Warsudi
A+ A-
BANDUNG - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengingatkan prajuritnya untuk mewaspadai cyber war yang dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pernyataan itu disampaikan Panglima TNI dan Kapolri saat memberikan amanat di acara pengarahan Panglima TNI dan Kapolri kepada Prajurit TNI-Polri se-Jawa Barat dan Banten yang diikuti sekitar 3.000 prajurit Kodam III/Siliwangi dan Polda Jabar di Grand Ballroom Sudirman, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 620, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Sabtu (22/4/2018).

Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan sinergitas TNI-Polri dalam menghadapi Pilkada Serentak 2018 di Jawa Barat-Banten dan Sea Games XVIII 2018 itu, juga dihadiri Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaeman, Dansesko TNI Letjen TNI Trusono, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto, Dankor Paskhas AU Marsda TNI T Seto Purnomo, Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol M Iqbal, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo, Kasgar Tap 2 Bandung Marsma TNI H Taspin Hasan, Danlanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb Imam Handoyo, dan Dandim 0618/BS Kolonel Inf Arpin Dahlan.

Acara diawali dengan upacara penyambutan kedatangan Panglima TNI dan Kapolri. Kedua orang nomor satu di institusi TNI dan Polri disambut oleh seni Sisingaan khas Subang dan dilanjutkan dengab Rampak Kendang.

"Dalam kesempatan ini saya mengingatkan kepada semua prajurit untuk mewaspadai berbagai ancaman sebagai dampak globalisasi dan kemajuan teknologi. Terutama ancaman cyber war yang berdampak negatif berupa penyebaran hoaks (kabar bohong). Pilkada harus sukses. TNI-Polri menjamin kelancaran, keamanan, dan kesuksesanya. Prajurit TNI-Polri harus netral. Tidak ada toleransi bagi netralitas. Politik TNI-Polri adalah politik negara," ujar Hadi.

Sementara, Tito mengatakan, soliditas dan sinergitas TNI-Polri sangat penting dalam menjaga kondusivitas keamanan, stabilitas dan keutuhan NKRI. Polri dan TNI bersama seluruh komponen masyarakat adalah tiang negara, penyangga bangunan besar bernama NKRI.
"Indonesia berpotensi menjadi negara besar, sebab Indonesia memiliki tiga syarat utama, yakni jumlah penduduk besar, sumber daya alam melimpah, dan wilayah negara luas. Namun jika tanpa stabilitas keamanan, tujuan itu besar itu bisa gagal, tak dapat diraih," kata Tito.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak