alexametrics

Penuhi Kebutuhan Operasional, Penerbang Militer Terus Ditambah

loading...
Penuhi Kebutuhan Operasional, Penerbang Militer Terus Ditambah
KSAU Marsekal Yuyu Sutisna melantik perwakilan lulusan Sekolah Penerbang (Sekbang) Angkatan ke-90 Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) ke-30 saat Wing Day di lapangan Jupiter Lanud Adisutjipto, Rabu (18/4/2018). Foto/KORAN SINDO/Priyo Setiawan
A+ A-
SLEMAN - TNI akan terus menambah jumlah penerbang pesawat militer, baik tempur, angkut dan helikopter. Bukan hanya untuk Angkatan Udara (AU), namun juga untuk Angkatan Darat (AD) dan Angkatan Laut (AL)

Selain unuk memenuhi kebutuhan pesawat militer,  penambahan ini juga sudah sesuai dengan  rencana strategi (renstra), yaitu mengembangan kekuatan guna mempertahankan kedaulatan dan  menangkal  gangguan keamanan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Satu di antaranya dengan menambah kekuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista), terutama pesawat di semua matra.

Penambahan ini melalui penyelenggaran sekolah penerbang (sekbang). Bukan hanya  melalui  sekbang reguler dan  prajurit suka rela dinas pendek (PSDP) yang berasal dari matra AU,  namun juga sekbang yang sumbernya dari tiga matra, AD, AL dan AU atau sekbang gabungan.

“Jadi kebijakan TNI, sekbang dijadikan satu ini sebagai upaya menambah dan memenuhi kebutuhan operasional,” kata kepala staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna usai upacara Prasetya Perwira (Praspa) Wing Day Sekbang Angkatan ke 90/PSDP ke-30, di Lapangan Jupiter Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Rabu (18/4/2018).
 
Yuyu menjelaskan penambahan penerbang militer sangat diperlukan. Selain untuk mengganti penerbang yang pensiun, namun juga adanya  pengembangan  alutsista TNI, terutama pesawat militer, baik heli, angkut dan tempur di semua matra.  



Menurut dia, semua matra membutuhkan penerbang untuk mengawaki pesawat itu. “Setelah menyelesaikan pendidikan Sekbang mereka dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” paparnya.
 
Namun bukan berarti setelah selesai pendidikan sekbang,  mereka langsung dapat melaksanakan tugas sebagai penerbang militer. Tetap ada transisi, seperti mengenali dahulu pesawat yang akan diawaki. Setelah itu baru tahap copilot, pilot dan flight.

Karena itu, kata dia, penerbang  harus terus mengembangkan diri, baik skill maupun pengetahuannya sehingga akan menjadi penerbang yang andal.

“Ini baru tahap awal bisa menerbangkan pesawat. Untuk AU akan dikembalikan ke kesatuannya, untuk AD dan AL ke Pusnerbang masing-masing matra, AD di semarang, AL di Surabaya,” ungkapnya.

Kepala Pembinaan Pelatihan dan Pendidikan Wing Dikter Lanud Adisutjipto Letkol Pnb Didik Setiya Nugraha menambahkan, jumlah lulusan Sekbang Angkatan 90/PSDP ke 30 ada 21 orang. Terdiri atas TNI AU 2 orang, TNI AD 9 orang dan TNI AL 10 orang.  
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak