alexametrics

Klaim Ahmad Yani Bakal Bawa Jutaan Pemilih ke PBB Dinilai Lelucon

loading...
Klaim Ahmad Yani Bakal Bawa Jutaan Pemilih ke PBB Dinilai Lelucon
Klaim Ahmad Yani bakal membawa jutaan suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke Partai Bulan Bintang (PBB) dinilai sebuah lelucon. Foto/Okezone
A+ A-
JAKARTA - Klaim Ahmad Yani bakal membawa jutaan suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke Partai Bulan Bintang (PBB) dinilai sebuah lelucon. Terlebih, Ahmad Yani dinilai bukan sosok yang mengakar di PPP.

Ketua DPW PPP Sumatera Selatan, Agus Sutikno memberikan contoh pada Pemilu 2014 saat Yani masih menjadi anggota DPR dan berada di nomor urut 1 Dapil Sumatera Selatan 1, ia justru tidak lolos ke Senayan. Padahal saat ini mempunyai modal sosial karena masih menjadi anggota DPR.

Agus mengungkapkan banyak pesan masuk dari kader, baik itu SMS atau WhatsApp (WA) yang mempertanyakan klaim Yani tersebut. Para kader PPP itu, kata dia, sempat terkejut dengan klaim itu dan kemudian tertawa, karena tahu kapasitas Yani selama ini.

“Bagaimana sekarang ia akan membawa jutaan suara di saat namanya sudah tidak banyak dikenal. Ke Sumsel pun hanya beberapa kali saja dan itupun tidak keliling,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/4/2018).



Bahkan, lanjut dia, pada 2014 lalu di Kabupaten Banyuasin yang notabene tanah kelahirannya, Yani hanya mendapatkan 12 ribu suara. Menurut Agus, semua fakta itu semakin meyakinkan kader PPP bahwa klaim Yani itu jauh dari kebenaran.

“Kami bahkan tambah yakin PPP di Pemilu 2019 akan memperoleh suara lebih baik, sebab konsolidasi yang dilakukan jauh kebih baik dibanding 2014 silam. Struktur pengurus dan kader semua bekerja untuk membesarkan PPP,” kata Agus.

Dia menambahkan bahwa Ahmad Yani pernah di Partai Amanat Nasional (PAN) sebelum menjadi kader PPP. "Dan sekarang pindah lagi ke PBB. Para kader pun melihat bahwa ia memang bukanlah kader sungguhan di PPP,” tandas Agus.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak