alexametrics

PPP Dukung Duet Jokowi dan Prabowo, Ini Alasannya

loading...
PPP Dukung Duet Jokowi dan Prabowo, Ini Alasannya
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan M Romahurmuziy. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurumuziy menegaskan segala kemungkinan masih bisa terjadi dalam politik, termasuk kemungkinan Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto berpasangan pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

Hal itu diungkapkan pria yang biasa disapa Rommy itu dalam akun Twitternya @M.Romahurmuziy. "Segala kemungkinan masih bisa terjadi, termasuk kemungkinan duet Jokowi-Prabowo," tulisnya, Selasa (17/4/2018).



Rommy pun mendukung jika memang duet Jokowi-Prabowo terjadi. "Kami mendukung hal ini demi menjaga persatuan serta demi mengurangi ujaran kebencian dan cacian sesama anak bangsa," tulisnya.

Sebelumnya, Rommy mengungkap rencana Jokowi berpasangan dengan Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Diungkapkannya, komunikasi politik antara dua tokoh yang pernah bersaing dalam Pilpres 2014 itu pun terjadi cukup intensif.

"Bulan November 2017, Pak Jokowi dan Pak Prabowo bertemu dua kali. Dan di situ ada semacam keinginan, tapi saya tidak bisa pastikan apakah itu lebih dari keinginan Pak Prabowo atau Pak Jokowi. Saat itu Pak Prabowo menyampaikan dalam pertemuan yang terakhir di Bulan November itu, 'Saya merasa sangat terhormat di akhir perjuangan saya bisa dipinang sebagai wakil presiden'," ujar Romahurmuziy usai membuka Munas Alim Ulama di Semarang, Jumat 13 April 2018.

 

Pernyataan Rommy dibantah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. Yang saya baca itu seolah Pak Prabowo mau ada melamar-lamar jadi cawapres, itu enggak benar," kata Fadli. (Baca juga: Bantah Pernyataan Rommy, Fadli Zon: Gerindra Beda dengan Pemerintah)

Fadli mengingatkan Rommy agar tidak mencampuri urusan partai lain. Romi diminta lebih baik mengurusi PPP dan bakal calon presiden petahana Jokowi saja. "Saya kira saudara Rommy itu bagusnya mengurusi partainya sendiri. Mengurusi capresnya sendiri. Enggak usah mengurusi rumah tangga partai lain. Kan kompetisi makin keras," ujar Fadli Zon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/4/2018).
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak