alexametrics

Sambangi UNHCR, PKS Minta Konflik Kekerasan Dihentikan

loading...
Sambangi UNHCR, PKS Minta Konflik Kekerasan Dihentikan
Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini meminta PBB khususnya UNHCR lebih serius dan kuat dalam menghentikan konflik kekerasan khususnya di Rohingnya, Suriah, Palestina, Srilanka. Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR menyambangi Kantor Komisi Tinggi UNHCR, badan PBB yang menangani pengungsi korban konflik. Mereka membawa misi menyuarakan keprihatinan sekaligus kepedulian terhadap penanganan kemanusiaan para pengungsi korban konflik khususnya di Rohingnya, Suriah, Palestina, Srilanka dan lain lain.

Dalam pertemuan itu, Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini meminta PBB khususnya UNHCR lebih serius dan kuat dalam menghentikan konflik kekerasan atas nama apapun karena korbannya sungguh tak terperi dari anak-anak, perempuan dan orang tua.

Tangis Jazuli Juwaini pun pecah tatkala mengajak hadirin untuk bersama-sama memikirkan korban konflik di berbagai negara seperti Palestina, Suriah, Rohingya, Srilanka dan lain sebagainya.

"Bayangkan jika mereka adalah anak-anak kita, orang tua kita, atau saudara-saudara kita sendiri yang tersiksa dan terbunuh dengan cara mengenaskan dan memilukan akibat konflik," ujar Jazuli dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Kamis (15/3/2018).



Maka itu, dia meminta PBB untuk ikut menghentikan kekerasan dan mencarikan solusi damai bagi negara-negara yang sedang dilanda konflik. "Atas nama bangsa Indonesia kami mengetuk rasa kemanusiaan dunia. Stop konflik sekarang juga. Hentikan semua bentuk kekerasan yang hanya menghasilkan kesedihan bagi masyarakat dunia karena anak kehilangan ayah dan ibunya, sebaliknya orang tua kehilangan anak-anaknya," pungkas Anggota Komisi I DPR ini.

Adapun delegasi Fraksi PKS yang hadir adalah Nasir Djamil, Tamsil Linrung, Sutriyono, Yudi Koutoky, serta Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al-Jufri.

Delegasi Fraksi PKS didampingi langsung oleh Duta Besar/Perwakilan Tetap RI untuk PBB Hasan Kleib dan ditemui oleh Volker Turk dan Indrika Lawatte dari Komisi UNHCR.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak