alexametrics

Ketum Parpol Diwacanakan Jadi Cawapres Jokowi, Ini Respons PDIP

loading...
Ketum Parpol Diwacanakan Jadi Cawapres Jokowi, Ini Respons PDIP
Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa tidak perlu ada dikotomi dari parpol atau non parpol. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Beberapa pimpinan partai politik (Parpol) pendukung Pemerintah Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) diwacanakan menjadi calon wakil presiden (Cawapres). Mereka di antaranya Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Rommy), Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto, dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.

Terkait hal itu, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa tidak perlu ada dikotomi dari parpol atau non parpol. Sebab, kata dia, semuanya untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Yang penting semua bergerak ke bawah untuk rakyat. Semua berdedikasi untuk rakyat dan negara dan bisa bekerja sama dengan baik sama Pak Jokowi," ujar Hasto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Hasto mengatakan, PDIP selalu membuka ruang bagi hadirnya kepemimpinan dari parpol ataupun dari luar parpol yang memiliki kualifikasi kepemimpinan baik. "Tapi ciri kepemimpinan adalah dia bergerak ke bawah. Dia harus memahami siapa yang dipimpinnya," katanya.

Ditambahkannya, setiap parpol tentu terus melakukan fungsi kaderisasi kepemimpinan dalam perspektif yang ideal. "Bagi PDIP alangkah lebih baiknya mereka melalui kaderisasi internal partai. Mengingat ada kekuatan kolektif yang juga jadi kekuatan riil mereka yang mendampingi Pak Jokowi," pungkasnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak