alexametrics

PPP Nilai Poros Ketiga Hanya Basa-basi Politik

loading...
PPP Nilai Poros Ketiga Hanya Basa-basi Politik
Ketua Umum PPP Mochammad Romahurmuziy menilai, wacana poros ketiga di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 mendatang hanya basa basi politik. Foto/SINDOphoto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mochammad Romahurmuziy menilai, wacana poros ketiga di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 mendatang hanya basa basi politik.

Sehingga, pria yang akrab disapa Gus Rommy ini meyakini bahwa poros ketiga itu tidak akan terealisasi. "Poros ketiga itu tak akan ada, itu hanya bagian dari basa-basi politik yang hampir dipastikan tidak ada," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/3/2018).



Menurut dia, poros ketiga kemungkinan bisa dibentuk jika Partai Gerindra membuat poros sendiri hanya bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kemudian, kata dia, Partai Demokrat bakal di barisan poros pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres mendatang.

Sinyal itu, kata dia, terlihat dalam rapat pimpinan nasional Rapimnas Partai Demokrat di Sentul International Convention Center (SICC) beberapa hari lalu.

"Partai Demokrat dengan mengundang Pak Jokowi di Rapimnas kemarin itu sudah sangat 90 persen katakanlah mendukung Pak Jokowi," katanya.

Ketiga, lanjut dia, aktor politik pada Pilpres 2019 mendatang sama seperti pada Pilpres tahun 2014 lalu. Contohnya, saat Pilpres 2014 dirinya menjabat Sekretaris Jenderal PPP, kemudian saat ini menjabat ketua umum partai berlambang kakbah itu.

Kemudian, Zulkifli Hasan menjabat Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), dan kini menjabat ketua umum partai berlambang matahari terbit itu. Lalu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Adapun poros ketiga dimaksud di luar poros pendukung Jokowi dan pendukung Prabowo Subianto.

"Parpol itu sudah terbaca dari sikap mereka 2014 hanya Pak SBY saja yang sudah menentukan sikap kalau yang kemarin abstain, jadi hanya akan ada dua poros," tutur dia.
(maf)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak