alexametrics

GNPF Ulama Akan Gelar Kongres Umat Islam pada April Mendatang

loading...
GNPF Ulama Akan Gelar Kongres Umat Islam pada April Mendatang
Ilustrasi. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama menyoroti isu-isu utama yang berkembang di tahun politik yang terkait dengan kepentingan umat Islam.

Hal itu dinilai sejalan dengan perubahan nama dari GNPF MUI menjadi GNPF Ulama sehingga memperjuangkan misi yang lebih luas.



“GNPF Ulama memandang perlu untuk mengawal fatwa ulama secara umum, sehingga nama GNPF MUI berubah menjadi GNPF Ulama dan bertekad akan tetap istiqomah mengawasi fatwa ulama,” kata Ustaz Yusuf Muhammad Martak, Ketua GNPF Ulama dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 12 Maret 2018, seperti dalam keterangan tertulis.

Menurut dia, pergantian kepengurusan ini hanya untuk menyegarkan dan mengefektifkan manajemen organisasi. Pada kepengurusan baru ini, GNPF Ulama menjadikan kepemimpinan GNPF Ulama bersifat kolektif kolegial dan secara bergilir melakukan rotasi dan reposisi, tanpa ada pengurangan jumlah anggota pimpinan GNPF Ulama, dan malah akan melakukan penambahan jumlah keanggotaan kepemimpinan GNPF Ulama.

Dalam kepengurusan baru ini Ustad Yusuf Muhammad Martak didapuk sebagai pengganti KH Bachtiar Nasir.  Sementara untuk posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) GNPF dijabat oleh Ustaz Muhammad Al Khathath, sedangkan pengurus lainnya tetap.

Terkait isu-isu utama di tengah umat, lanjut dia, GNPF Ulama juga melihat situasi beberapa bulan terakhir ini dengan banyaknya ulama dan ustaz yang diserang oleh sekelompok "orang gila", menyerukan agar seluruh laskar Islam bersiaga dan meningkatkan kewaspadaan serta secara konkret mendampingi para ulama dan ustad agar terhindar dari serangan fisik.

GNPF-Ulama juga menyerukan kepada laskar Islam untuk menangkap dan menggali informasi dari para penyerang tersebut untuk mendapatkan kejelasan motif dan kelompok jahat di balik skenario itu.

“GNPF-Ulama mendesak kepada aparat penegak hukum untuk segera bertindak melindungi ulama dan ustaz dengan cara membongkar jaringan sindikat penyerang serta proses hukum dan memberikan penjagaan kepada ulama dan ustaz,” paparnya.

Terkait dengan tahun politik 2018-2019, GNPF-Ulama menyerukan umat Islam terus menerus melakukan konsolidasi. Hal ini penting untuk mempersatukan umat dan menghasilkan kepemimpinan yang sesuai dengan tuntunan agama.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina GNPF Ulama, Habib Rizieq Shihab melalui sambungan telepon di Mekkah menyatakan apresiasi yang tinggi atas kepengurusan sebelumnya.

“Dari kota suci Makkah al-Mukarromah, saya sampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada segenap pengurus GNPF Ulama yang pada hari ini menggelar rapat sekaligus menggelar konferensi pers dalam rangka memberikan jawaban ke pada publik tentang aneka ragam problematika yang dihadapi umat Islam. Saya bangga dengan pertemuan yang digelar hari ini karena pertemuan ini sekaligus menjawab kabar hoax, berita-berita bohong yang selama ini dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tentang adanya perpecahan atau keretakan di dalam GNPF Ulama,” kata Habib Rizieq.

 

Terkait adanya perubahan nama dari GNPF MUI ke GNPF Ulama sama sekali bukan merupakan indikasi adanya perbedaan, apalagi perpecahan di dalam tubuh GNPF. Berubahnya GNPF MUI ke GNPF Ulama ini merupakan hasil musyawarah dari pendiri dan pengurus GNPF dengan mempertimbangkan segala macam usul, saran dan masukan, serta dengan mempertimbangkan segala macam aspek.

Habib Rizieq memberikan apresiasi secara khusus kepada kepemimpinan GNPF MUI yang dahulu dipimpin oleh KH Bachtiar Nasir yang selama kepemimpinannya telah membawa GNPF MUI kepada suatu pergerakan yang sangat monumental dan berhasil membawa GNPF mencapai tujuan yang diharapkan umat Islam ketika itu.
halaman ke-1 dari 2
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak