alexametrics

Pertaruhkan Nyawa demi Kebut Infrastruktur

loading...
Pertaruhkan Nyawa demi Kebut Infrastruktur
Anggota Komisi V DPR Nurhasan Zaidi. Foto/dok Fraksi PKD DPR
A+ A-
JAKARTA - Anggota Komisi V DPR Nurhasan Zaidi menilai target pemerintah membangun infrastruktur di seluruh Indonesia tidak diikuti dengan kesiapan semua elemen dalam mencapai hal tersebut.

Keselamatan Kerja dinilainya menjadi salah satu faktor kelemahan dominan hingga menjadi momok menakutkan yang membayangi pelaksanaannya.

Menurut dia, pembangunan Infrastruktur serentak yang seolah mengejar target tersebut minim evaluasi bahkan bagi sebagian masyarakat seolah menjadi kewajaran yang menakutkan.

"Hal ini dapat dilihat dari sejumlah kecelakaan konstruksi yang terjadi di Indonesia dalam 6 bulan terakhir seperti," kata Nurhasan seperti dalam siaran pers Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR, Selasa (20/2/2018).



Pertama, Proyek Light Rail Transit (LRT) di Palembang, Sumatera Selatan, Agustus 2017. Saat itu, dua unit crane dengan bobot 70 ton dan 80 ton yang sedang dioperasikan tiba-tiba jatuh dan mengenai sejumlah rumah warga di sana.

Kecelakaan ini menimbulkan sejumlah warga yang berada di dalam rumah menjadi korban luka. Mulai dari luka ringan hingga luka berat.

Kedua, Jembatan tol penyeberangan orang pada pengerjaan proyek jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi atau Bocimi di Kabupaten Bogor, September 2017.

Dugaan penyebab kecelakaan saat itu adalah karena tali sling yang belum terpasang saat hendak memasang badan jembatan sehingga jatuh menimpa para pekerja proyek.

"Kecelakaan ini menimbulkan seorang pekerja meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka. Pekerja yang meninggal dunia karena langsung tertimpa badan jembatan, sementara korban selamat tetap mengalami luka serius," tuturnya.

Ketiga, girder box jatuh di proyek jalan tol Pasuruan-Probolinggo, Jawa Timur pada Oktober 2017. Kecelakaan ini menimbulkan korban tewas satu orang yang sekaligus karyawan Waskita Karya dan korban luka dua orang selaku pekerja proyek.

Keempat, jatuhnya crane di jalan tol Jakarta-Cikampek pada November 2017 dan ambruknya girder saat akan dipasang di proyek jalan tol Pemalang-Batang di Jawa Tengah, Desember 2017. Untuk dua kecelakaan kerja ini, tidak ada korban jiwa maupun korban luka.

Kelima, Konstruksi proyek Light Rapid Transit (LRT) di Jalan Kayu Raya, Pulo Gadung, Jakarta Timur, roboh pada Januari 2018. Lima pekerja proyek transportasi massal yang dikerjakan sejak pertengahan tahun 2016 itu terluka.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak