Prabowo Kembali Terpilih Jadi Ketum Gerindra, Pengamat: Kaderisasi Belum Jalan

loading...
Prabowo Kembali Terpilih Jadi Ketum Gerindra, Pengamat: Kaderisasi Belum Jalan
Partai Gerindra kembali memilih Prabowo Subianto sebagai ketua umum untuk periode 2020-2025. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Partai Gerindra kembali memilih Prabowo Subianto sebagai ketua umum untuk periode 2020-2025. Kembalinya, Mantan Danjen Kopassus itu menjadi orang nomor satu di partai yang didirikannya sudah diprediksi jauh-jauh hari.

Ketokohan Prabowo sangat kuat bagi Gerindra. Bahkan, dalam kurun waktu 12 tahun, dia mampu membawa Gerindra berada di tiga besar dalam pemilihan umum (Pemilu). Dua kali memajukannya sebagai capres dan satu kali sebagai cawapres. (Baca juga: Kembali Maju Capres, Prabowo Akan Putuskan 1 Tahun Jelang Pilpres)

Namun, dibalik keterpilihannya ada satu hal yang menjadi persoalan, yakni Gerindra belum bisa lepas dari patron utamanya. Pengamat politik Anang Sujoko mengatakan itu ciri khas partai politik (parpol) di Indonesia dimana figur masih menjadi patron dalam proses pemilihan petingginya. “Hal lain, belum ada figur yang mampu menjadi motor parpol. Artinya, ada sebuah proses kaderisasi parpol yang gagal atau tidak berjalan,” ujar dosen Universitas Brawijaya itu kepada SINDOnews, Senin (10/8/2020).

Sebelumnya, jabatan Ketua Umum Gerindra dipegang oleh Suhardi. Setelah yang bersangkutan meninggal dunia, Gerindra sepertinya tak bisa lepas dari Prabowo Subianto. Setelah terpilih kembali ketua umum, para kader kembali menggaungkan Prabowo untuk menjadi calon presiden (Capres) 2024. (Baca juga: Susunan Pengurus Gerindra 2020-2025 Diputuskan Oleh Prabowo)



Kemesraan Gerindra dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) muncul isu duet Prabowo-Puan Maharani. Bahkan, Prabowo juga disebutkan cocok berpasangan dengan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). “Untuk membahas Pilpres 2024 masih terlalu jauh. Dinamika politik dalam negeri masih akan terus berjalan dengan berbagai syarat transaksionalnya,” tutur Anang.

Prabowo dan Gerindra justru harus bekerja keras untuk menjaga elektabilitasnya dalam empat tahun ke depan. Apalagi dalam beberapa survei terakhir, elektabilitas Prabowo turun. Bahkan, disalip Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Posisi Prabowo sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) sepertinya belum memberikan efek elektabilitas. “Hal ini akan tergantung dari bagaimana Prabowo membangun reputasinya di mata publik,” kata Anang.
(cip)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top