alexametrics

ISDP Laz BSM Umat Diharapkan Lahir Mahasiwa Mandiri dan Kreatif

loading...
ISDP Laz BSM Umat Diharapkan Lahir Mahasiwa Mandiri dan Kreatif
Direktur Eksekutif Laz BSM Umat, Rizqi Okto Priansyah saat memberikan plakat kepada Founder & CEO Vestifarm Dharma Anjarrahman. (Foto/Istimewa/Dok)
A+ A-
JAKARTA - Lembaga Amil Zakat Bangun Sejahtera Mitra Umat (LAZ BSM Umat) bersama Bank Syariah Mandiri bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP).

ISDP ini merupakan program Master Piece Laz BSM Umat yang diselenggarakan bersamaan dengan pelaksanaan Seminar yang bertajuk "Peran & Sinergi Perbankan Syariah Dalam Pengembangan Sociopreneur", di Ruang Utama Lantai I, UGM, Selasa 6 Februari 2018.

Seminar ini dihadiri sejumlah pembicara, di antaranya Area Manager BSM Yogyakarta Sukma Dwie Priadi, Founder & CEO Vestifarm Dharma Anjarrahman, dan Founder & CEO ARIZKA Group Resika Caesaria.

Regional Office Head IV Bank Syariah Mandiri, Jeffry Prayana mengatakan, pelaksanaan ISDP atau sociopreneur sangat diperlukan di masyarakat di tengah munculnya kesenjangan dan masalah sosial ekonomi.

"ISDP ini merupakan gerakan dari kepedulian Syariah Mandiri bekerja sama dengan LAZNAS BSM Umat dalam menggerakkan dan menumbuhkan semangat wirausaha muda," kata Jeffry Prayana saat menjadi Keynote Speech.

"Program Sociopreneur ini pas untuk membantu menyelesaikan sejumlah masalah di masyarakat melalui wirausaha. Dengan wirausaha ini diharapkan para pemuda membentuk karakter pemuda yang gigih dan peka terhadap masalah sosial ekonomi di masyarakat," tambahnya.

Direktur Eksekutif Laz BSM Umat, Rizqi Okto Priansyah mengatakan, tujuan program ISDP ini untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai bidang sociopreneur secara umum.

"Supaya bisa tercipta pengusaha-pengusaha muda muslim yang nantinya akan menggerakkan perekonomian umat," ucap Rizqi Okto.

Dalam kesempatan itu, Founder dan CEO MADE ARIZKA Group Resika Caesaria menceritakan pengalamannya terkait sociopreneur. Menurutnya, modal bukanlah faktor utama dalam berbisnis, namun inovasi dan semangat pantang menyerah dalam mengembangkan bisnis adalah kunci yang paling penting.

"Karena tidak ada proses yang mengkhianati hasil," tegasnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak