alexametrics

OSO Dinilai Arogan dan Emosional Saat Pimpin Hanura

loading...
OSO Dinilai Arogan dan Emosional Saat Pimpin Hanura
OSO dinilai arogan saat menjabat sebagai ketua umum partai Hanura. Maka itu, DPD Sumatera Selatan menyetujui pemecatan OSO dari jabatan ketua umum. (Foto/SINDOphoto/Dok)
A+ A-
JAKARTA - Oesman Sapta Odang (OSO) dinilai arogan saat menjabat sebagai ketua umum partai Hanura. Maka itu, Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sumatera Selatan (Sumsel) menyetujui pemecatan OSO dari jabatan ketua umum.

Hal itu dikatakan Mularis Djahri dari DPD Provinsi Sumsel di acara musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) di Kantor DPP Partai Hanura, Bambu Apus, Jakarta Timur, Kamis (18/1/2018).

"Kami DPD Hanura Provinsi Sumatera Selatan merasa sangat prihatin karena kepemimpinan ketua umum DPP saudara Oesman Sapta Odang menerapkan gaya arogansi dan emosional," kata Mularis.

Gaya kepemimpinan OSO itu kata dia, telah membuat para kader tidak nyaman dalam menjalankan tugas kepartaian. Selain itu, OSO dianggap telah melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.

"Melanggar AD ART kepartaian yang semula SK DPC diterbitkan DPD, PAC DPD dan ranting oleh PAC. Menjadi terbalik DPP dalam AD ART 2016," tuturnya.

Diketahui, Mularis Djahri merupakan salah satu pengurus Hanura yang dipecat OSO ketika memimpin partai tersebut. OSO memecat Mularis dari jabatan Ketua DPD Hanura Provinsi Sumsel dan mengganti dengan senator asal DPD Sumsel, Hendri Zainudin.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak