alexametrics

Alasan Jokowi Pertahankan Airlangga Rangkap Jabatan

loading...
Alasan Jokowi Pertahankan Airlangga Rangkap Jabatan
Presiden Jokowi kembali merombak kabinetnya di antaranya Idrus Marham yang menggantikan Khofifah Indar Parawansa, sebagai Menteri Sosial (Mensos). Foto/SINDOphoto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali merombak kabinetnya di antaranya Idrus Marham yang menggantikan Khofifah Indar Parawansa, sebagai Menteri Sosial (Mensos).

Tak hanya Idrus, Jokowi juga mengangkat mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Agum Gumelar menjadi Wantimpres dan Marsdya Yuyu Sutisna menjadi KSAU.

Kendati begitu, posisi Airlangga Hartarto sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) yang sempat disebut-sebut akan ikut diganti ternyata masih aman.



Kini Airlangga tetap menjabat sebagai Menperin sekaligus Ketua Umum Partai Golkar. Airlangga diketahui memiliki dua jabatan atau rangkap jabatan.

Menanggapi rangkap jabatan ini, Presiden Jokowi mengatakan, Airlangga sebelum menjadi ketua Umum Golkar sudah berada di dalam menjadi menteri.

Menurutnya, praktis pemerintahan yang dipimpinnya hanya satu tahun saja akan berakhir. "Kalau ditaruh orang baru ini belajar bisa 6 bulan, kalau enggak cepat bisa setahun kuasai itu," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/1/2018).

Jokowi menilai, Airlangga orang yang cocok untuk tetap menjabat sebagai Menperin. Sebab, Airlangga disebutnya menguasai konsep secara makro mengenai industri di Indonesia. Ia berharap hilirisasi program di Kemenperin tetap berjalan.

"Jangan sampai dalam kondisi ini berubah dan yang baru bisa belajar lebih, ini kementerian yang tidak mudah," ujarnya.

Saat disinggung mengenai rangkap jabatan, Jokowi enggan banyak berbicara. Sebab, mantan Gubernur DKI Jakarta ini merasa sudah menjelaskan alasannya. "Tadi kan sudah saya jelaskan ditulis itu saja yang saya jelaskan," tandasnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak