alexametrics

Pilih Ketua DPR, Golkar Diminta Lihat Dua Konteks Ini

loading...
Pilih Ketua DPR, Golkar Diminta Lihat Dua Konteks Ini
Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Partai Golkar disarankan melihat dua konteks kondisi DPR saat ini dalam menentukan sosok Ketua DPR pengganti Setya Novanto. Pertama, legitimasi lembaga DPR yang kian menurun.

"Ketidakpercayaan publik makin tinggi. Misalnya soal kisruh e-KTP," ujar Ahli Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti dihubungi wartawan, Sabtu (13/1/2018).

Sehingga, ketua nantinya harus berjarak dengan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Adapun mantan Ketua DPR Setya Novanto telah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kasus e-KTP.

"Jangan sampai ada conflict of interest. Ini akan membuat hubungan DPR dan KPK bisa memanas lagi dan bisa berpengaruh lagi pada tingkat kepercayaan publik terhadap DPR," bebernya. Maka itu, Partai Golkar juga perlu mempertimbangkan konteks stabilitas dan efektivitas DPR di tahun politik ini.

"Konteks kedua adalah tahun politik. Menjelang Pemilu seperti ini, di manapun, biasanya memang lembaga legislatif akan menurun kerjanya karena fokus pada pemilu. Nah ini juga yang harus dijaga," ujarnya. Dia menambahkan, ketua DPR nantinya harus menjaga agar kinerja DPR tidak turun terlalu jauh.

"Karena itu, ketua juga harus tipe yang kepemimpinannya baik dan diterima oleh berbagai kalangan internal DPR maupun eksternal (relasi dengan lembaga-lembaga negara lain)," ungkapnya.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak