alexametrics

Peradaban Islam di Tengah Pergeseran Peradaban Dunia

loading...
Peradaban Islam di Tengah Pergeseran Peradaban Dunia
Keislaman dan keindonesiaan atau Islam dan Pancasila berjalan bergandengan secara harmonis di negeri ini. (Foto/Ilustrasi/SINDOphoto/Dok)
A+ A-
Faisal Ismail
Guru Besar Pascasarjana FIAI UII Yogyakarta

PERADABAN
besar dunia berpindah dari satu bangsa kepada bangsa yang lain. Secara ringkas, peradaban besar bermula dari Mesir, lalu berpindah ke Babilonia, kemudian beralih ke Aegian, terus bergeser ke Yunani. Dari Yunani bergerak ke Carthago, lalu beralih ke Romawi, kemudian berpindah ke umat Islam (Arab) dan selanjutnya dari umat Islam bergeser ke Barat.



Peradaban besar tidak bertahan di satu kawasan atau bangsa tertentu, tetapi berpindah dari satu bangsa ke bangsa yang lain. Itulah fakta sejarah yang dapat kita saksikan. Segala ciptaan manusia, termasuk kebudayaan dan peradaban, pada saatnya pasti akan berakhir. Selalu terjadi siklus peradaban sebagai sunnatullah  yang pasti berlaku.

Dalam konteks ini, Allah menegaskan: "Dan demikianlah hari-hari kejayaan dan keterpurukan itu Kami gilirkan di antara para manusia." (QS Ali Imran: 140)

Peradaban Islam

Masa keemasan peradaban Islam berlangsung selama 7 abad (abad 7-13 M), membentang dari Sungai Indus di Timur sampai ke Tanah Andalus di Barat. Maurice Lombard menyebut puncak kemajuan peradaban Islam sebagai The Golden Age of Islam.

Philip K Hitti secara puitis menyebut The Glory That was Baghdad (Kemegahan Yang Bernama Baghdad) untuk melukiskan keemasan peradaban muslim pada masa Daulah Abbasiyah di Baghdad dan membuat julukan Cordova: Jewel of the World  (Cordova Mutiara Dunia) untuk menggambarkan keemasan peradaban muslim pada masa Daulah Umayyah di Cordova (Andalusia/Spanyol).

Baghdad dan Cordova menjadi pusat, ikon, dan menara kembar yang menebar ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan peradaban Islam, terutama ke dunia Barat.
halaman ke-1 dari 4
preload video
BERITA TERKAIT
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak