alexametrics

Peneliti ICW Minta KPK Tak Kabulkan Keinginan Setya Novanto

loading...
Peneliti ICW Minta KPK Tak Kabulkan Keinginan Setya Novanto
Setya Novanto saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis 11 Januari 2018. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta tidak mengabulkan keinginan Setya Novanto menjadi justice collabolator kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Pendapat itu disampaikan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Lalola Easter mengamati sikap Setnov yang dinilainya sejak awal tidak kooperatif terhadap aparat penegak hukum dalam penuntasan kasus e-KTP.

"Dilihat sejak awal, SN tidak kooperatif sejak masa penyidikan. Beberapa kali mangkir, dia sempat hilang hingga muncul status DPO (masuk daftar pencarian orang). itu merupakan rangkaian peristiwa bahwa SN tidak mau kooperatif," kata Lalola di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018).

Sekadar informasi, justice collabolator adalah saksi pelaku yang bekerja sama dengan aparat penegak hukum membongkar suatu kasus.

Sikap tidak kooperatif Setnov, lanjut Lalola, semakin terlihat dari kasus menghalangi-halangi penyidikan yang diduga melibatkan advokat Fredrich Yunadi dan dokter Bimanesh Sutarjo. Keduanya saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka.

 "Itu semakin menguatkan sejak awal SN (Setya Novanto-red) bermaksud tidak mau kooperatif," tandasnya.

Atas dasar itu, Lalola berpendapat pengajuan status justice collaborator oleh Setnov tidak perlu dikabulkan."KPK harus hati-hati. Saya berpendapat tidak perlu status justice collaborator dikeluarkan untuk SN," kata Lalola.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak