alexametrics

Program Hutan Sosial Dinilai Mampu Bangkitkan Masyarakat

loading...
Program Hutan Sosial Dinilai Mampu Bangkitkan Masyarakat
Menteri LHK Siti Nurbaya bersama Ketua MUI KH Ma'ruf Amin dan jajaran pimpinan MUI di Kantor MUI, Jakarta, Rabu 10 Januari 2018. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dan jajaran Kementerian LHK kembali mengunjungi dan berdiskusi dengan ormas keagamaan.

Pertemuan membahas program Kementerian LHK, terutama  program kehutanan sosial untuk membangkitkan ekonomi masyarakat.

Setelah sebelumnya mendatangi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Kantor Muhammadiyah, Menteri LHK pada Rabu 10 Januari 2018 mendatangi Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ketua MUI KH Ma'ruf Amin pun mengapresiasi langkah yang ditempuh oleh Menteri LHK Siti Nurbaya.

Dalam diskusi itu, muncul kesamaan pandangan antara Kementerian LHK dan MUI dalam beberapa tema yang dibahas, antara lain program perhutanan sosial yang diharapkan mampu membangkitkan ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga keragaman hayati.

Menteri Siti Nurbaya mengatakan, selama ini konsesi pengelolaan hutan jauh lebih banyak yang diberikan kepada konglomerasi dibandingkan kepada rakyat, bahkan hingga 96% dipegang oleh korporasi raksasa, sisanya hanya 4% yang dikelola rakyat.

“Ini yang mau di balik oleh pemerintah sekarang, dengan rakyat yang mendapat prioritas utama, sehingga aroma keadilan akan lebih terasa. Ada 12,7 juta hektare lahan yang akan dibagikan bertahap untuk dikelola oleh masyarakat,” tutur Siti.

Dalam konteks ini, menurut Menteri Siti, ormas seperti MUI, NU, Muhammadiyah  akan berperan penting menjaga supaya redistribusi konsesi hutan ini tidak jatuh ke tangan oknum.

Topik lain yang dibahas, yakni masalah isu lingkungan, sampah, keragaman hayati.

Ma’ruf Amin menjelaskan Islam adalah ajaran yang sangat memperhatikan masalah kebersihan sehingga mereka pun juga ingin mendorong supaya ajakan tentang cinta lingkungan, bersih dari sampah, menjadi materi kotbah yang wajib disampaikan di masjid dan pesantren.

“Bahkan MUI sudah mengeluarkan fatwa tentang larangan berburu satwa langka,” kata Ma'ruf Amin.

Dalam pertemuan itu juga, Ma’ruf Amin memberikan buku yang disusun MUI tentang Eco-Masjid, yaitu bagaimana teknik pengelolaan masjid yang ramah lingkungan, baik dari pengelolaan air, penggunaan energi, dan pengolahan sampah.

Ma'ruf juga mengajak para khatib dan penceramah agar mengangkat topik lingkungan khutbah Jumat dan ceramah keagamaan lainnya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak