alexa snippet

Hindari Konten Politik dan SARA, Soal UN Akan Divalidasi Ketat

Hindari Konten Politik dan SARA, Soal UN Akan Divalidasi Ketat
Kemendikbud akan ketat dalam pembuatan soal UN agar tidak mengandung unsur politik atau SARA. FOTO/DOK.SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Tahun depan ujian nasional (UN) akan digelar bersamaan waktunya dengan tahun politik. Pemerintah akan terus memvalidasi naskah soal UN agar tidak tercampur dengan isu politik atau SARA.

Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi mengatakan, soal UN disusun berdasarkan kisi-kisi dengan mengacu pada Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar dan juga standar isi. Mengenai kekhawatiran isu politik, Bambang mengatakan, pemerintah akan melakukan validasi soal. "Validasi soal menjadi prioritas utama BSNP. Termasuk memastikan soal tidak ada unsur SARA atau bias budaya dan kepentingan tertentu," kata Bambang kepada KORAN SINDO, Selasa (26/12/2017).

Dosen UIN Syarif Hidayatullah itu menjelaskan, soal UN disusun oleh guru-guru yang berpengalaman dan ditelaah oleh dosen yang berkualifikasi. Peran keduanya ini menghasilkan soal ujian yang valid. Sebagai validator, dosen dan guru bertanggung jawab memeriksa kebenaran materi, keterbacaan, dan kesesuaian dengan kurikulum dan jenjang pendidikan.

Bambang menyampaikan, materi soal ujian tidak hanya harus bebas dari isu politik, namun juga bebas dari unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), juga materi berbau kontroversial seperti pornografi. "Jika rambu-rambu ini diperhatikan, insya Allah kita bisa menghasilkan soal UN yang berkualitas," katanya.

Berdasarkan data, pada 2014 lalu muncul nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada ujian bahasa Indonesia. Masalah ini heboh karena dinilai merupakan upaya memperkenalkan Jokowi kepada pemilih pemula terkait pilpres. Namun, Kemendikbud sudah melakukan bantahan bahwa tidak ada unsur politik dalam soal UN 2014 lalu.

Sekretaris BSNP Kiki Yuliati mengatakan, BSNP sejak Agustus sudah menerbitkan kisi-kisi UN yang dapat diunduh di laman https://www.kemdik bud.go.id. Kiki menuturkan, kisi-kisi soal UN dibuat BSNP bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud. Kisi-kisi yang telah diterbitkan itu mencakup untuk semua soal, sehingga bisa dijadikan seba gai soal pilihan ganda maupun isian singkat. "Jadi satu kisi-kisi yang sama, lalu dari kisi-kisi itu kita memilah dan memilih mana yang bisa untuk pilihan ganda, mana yang bisa untuk isian singkat," katanya.

Pengamat pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Said Hamid Hasan, berpendapat, reputasi penyelenggaraan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dapat dijadikan contoh cara kerjanya dalam mencegah kebocoran naskah maupun tekanan politik dan isu SARA.

Said menjelaskan, penyelenggara UN untuk SMA dan sederajat sebaiknya kerja sama Kemendikbud dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan perguruan tinggi. Pengalaman kerja sama ini sudah dilakukan dalam SNMPTN dan memang perlu penyempurnaan mengingat ada dua kementerian yang terlibat. Said menjelaskan, kisi-kisi soal disusun Pusat Kurikulum dan Perbukuan yang tahu tentang kurikulum, sedangkan penulisan soal oleh Pusat Penilaian Pendidikan yang mengetahui konstruksi soal.

"Jika soal uraian dimanfaatkan untuk mengukur kemampuan High Order Thinking Skills (HOTS) kemungkinan kebocoran soal tetap ada. Tetapi tidak dalam pelaksanaan UN, melainkan antara waktu penulisan soal dan pengiriman soal," katanya.

Jadwal UN SMK berlangsung pada 2-5 April, sementara UN SMA pada 9-12 April. UN Susulan SMK dan SMA sederajat pada 17-18 April. Pengumuman hasil UN di satuan pendidikan pada 2 Mei. Untuk jenjang SMP UN dimulai pada 23-26 April, UN Susulan SMP 8-9 Mei dan pengumuman hasil UN pada 23 Mei.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top