alexametrics

AICIS 2017 dan Kontribusinya bagi Kajian Islam Dunia

loading...
AICIS 2017 dan Kontribusinya bagi Kajian Islam Dunia
Foto: Ilustrasi/KORAN SINDOnews
A+ A-
Dr Imam Safei, MPD
Plt Direktur Pendidikan Keagamaan Islam, Kementerian Agama

NEGARA
Kesatuan Re­pub­lik Indonesia melalui Ke­mentrian Agama me­m­iliki Perguruan Tinggi Ke­aga­maan Islam (PTKI) yang me­ru­pakan pilar penting dalam du­nia akademik, khususnya da­lam disiplin ilmu keislaman. D­a­lam konteks sejarah bangsa Indo­nesia, keberadaan PTKI ini bu­kanlah merupakan sesuatu yang mesti diterima begitu saja (ta­ken for granted), namun jus­tru perlu disikapi dengan arif dan kreatif.

Umat Islam dengan po­tensi yang sangat besar justru d­i­tuntut untuk mem­ber­da­ya­kan dan memaksimalkan ke­ber­ada­an PTKI tersebut secara cer­das dan bijaksana sehingga ke­beradaan mereka yang ber­jum­lah cukup besar tersebut da­pat menjadi berkah tidak hanya ba­gi umat Islam namun bagi umat lain baik di Indonesia mau­­pun di luar negeri. Sebagai wa­dah bagi para intelektual mus­lim, PTKI seyogianya dapat men­jadi katalisator bagi per­kem­bangan kompetensi sar­ja­na muslim yang tidak hanya me­mi­l­iki integritas keilmuan dan pro­fesionalitas tinggi, tetapi ju­ga terus dapat mendorong pe­ngem­bangan budaya dan per­adab­an Islam melalui kajian dan pe­nelitian ilmiah.

Dalam perkembangannya, PTKI telah melakukan berbagai usa­­ha untuk meningkatkan diri. S­a­­lah satunya adalah de­ngan mem­berikan pelayanan ter­baik ke­pada publik dengan men­d­i­ri­kan program pas­c­­a­sar­ja­na yang te­lah dimulai sejak 1985. Hingga kini, per­k­em­bang­an program itu mencapai jum­lah yang besar di seluruh In­do­nesia di sejumlah PTKI, baik ne­geri maupun swas­ta. Bahkan, prog­ram pas­ca­sar­ja­na yang di­bu­ka tidak hanya da­lam bidang Is­lamic Studies, te­ta­pi juga bi­dang lain yang relevan se­hingga la­hir ratusan magister dan dok­tor dalam berbagai di­siplin ilmu baik keislaman mau­pun lainnya.



Selanjutnya, PTKI, baik me­­la­lui program pascasarjana mau­­­pun unit-unit lainnya, di­ha­­­­rap­­kan dapat berperan s­e­ba­­gai pu­­sat kajian keislaman par-ex­cel­­lent di Indonesia, yang da­pat di­­a­n­d­alkan tidak sa­ja oleh ka­lang­­an PTKI, tetapi ju­ga oleh ka­­lan­g­­an umum, baik di dalam mau­­pun luar negeri. Da­lam ke­rang­­ka ini, PTKI di­­do­rong un­tuk men­­­ca­­­p­ai stan­dar mu­­tu in­ter­­na­sio­nal mela­lui kerja sa­ma de­ngan per­gu­ru­­an ting­gi luar ne­­­geri dan ins­ti­tu­si-ins­ti­tusi aka­de­­mik lain­nya. Se­lain itu, ko­n­­fe­ren­si ber­ska­la inter­na­­sio­nal ju­ga d­i­ga­lakkan agar PTKI mam­pu ber­gaul secara luas dan pa­ra aka­de­mi­­si­nya memiliki ke­­sem­­patan yang le­­bih luas untuk me­­la­kukan p­e­ngem­­­bang­an diri dan se­ka­ligus me­lakukan di­se­mi­nasi keilmuannya.

Dalam ke­rang­ka pengem­bang­an di­­ri dalam per­gaul­­­an in­ter­na­sio­­nal ter­sebut, Di­­rek­­­to­rat Je­n­de­ral Pen­­di­dik­an Is­lam yang menaungi Pen­­di­dik­an Ting­gi Is­lam (Dik­tis) mem­­be­ri­kan du­kung­an pe­n­uh atas di­se­leng­ga­ra­kannya An­­nual Islamic Con­fe­rence on Is­­la­mic Studies (AICIS) 2017. Ka­li ini AICIS di­se­­lenggarakan di Ja­kar­ta yang men­­jadi bagian pen­­ting dalam ke­­giatan Pendis Ex­­po 2017 se­ba­­gai gawai dari D­i­­rek­torat Jen­­d­e­ral Pen­di­dik­an Is­lam Ke­me­n­­te­ri­an Agama RI 2017.

Ke­b­­­er­­ada­an AICIS d­a­lam Pen­dis Ex­p­o ters­ebut diha­ra­­­p­kan da­pat men­jadi salah s­a­tu pi­lar pen­ting da­ri pen­di­dik­an ­Is­lam di Indo­ne­sia. Tentu sa­ja AICIS da­pat me­n­jadi tolok ukur kua­li­tas Pen­d­idikan Ting­gi Ke­aga­ma­an Is­lam di In­do­ne­sia me­la­lui keterlibatan para ahli yang ber­­kua­litas. Saya me­nyam­­pai­kan se­lamat ber­dis­ku­si semoga kon­­fe­rensi tahunan ka­li ini le­bih bermakna bagi pe­ngem­bang­­an di­ri para peserta dan se­mua yang terlibat di dalamnya.

Sebagai salah satu tanggung ja­wab akademik, Direktorat Pen­didikan Islam melalui Di­rek­torat Pendidikan Tinggi Is­lam (Diktis) mendorong pe­nguat­an basis akademik di ting­kat perguruan tinggi. PTKI ada­lah lembaga akademik yang ti­dak saja menyiapkan sarjana Mus­lim agar memiliki in­te­gri­tas keilmuan dan pro­fe­sio­na­li­tas tinggi, tetapi juga terus me­n­do­rong pengembangan budaya dan peradaban Islam melalui ka­ji­an dan penelitian ilmiah. Se­jak 1985, Program Pascasarjana mu­lai dibuka di lingkungan PTKI.

Hingga kini, pe­r­kem­bang­an program itu mencapai jum­lah yang cukup signifikan di se­jumlah PTKI, baik negeri mau­pun swasta. Melalui prog­ram ini telah lahir ratusan m­a­gis­ter dan doktor dalam be­rb­a­gai disiplin ilmu keislaman. Sebagai bagian dari dunia pen­­didikan tinggi Islam, prog­ram pascasarjana di­­harapkan ber­pe­ran sebagai pusat ka­­jian ke­­islaman par-excellent di Indonesia, yang di­an­dal­kan tidak sa­ja oleh kalangan PTKI, tetapi ju­ga oleh kalangan umum, baik di da­lam maupun luar ne­­geri.

Da­lam ke­rang­­ka ini, be­be­ra­pa prog­ram pas­ca­sar­­jana dido­rong un­t­uk mencapai stan­­dar mu­tu i­n­ter­­nasional mela­lui ker­­ja sama de­ngan pe­rguruan ting­­gi luar negeri, se­perti Uni­­ver­si­tas al-Azhar Mesir, Uni­ver­sitas Um Dur­man Sudan, Uni­­ver­­si­tas Islam Antar Bangsa, Uni­­ve­r­si­­tas K­e­bang­saan Ma­lay­sia, Mc­Gill Uni­­ver­si­ty Canada. Ada satu hal pen­­ting yang me­r­u­pa­kan satu kebaruan da­lam pe­nye­lenggaraan AICIS ta­hun ini.

Un­t­uk pertama kalinya AICIS dike­lola dengan sistem pa­nel, di ma­na rekrutmen pe­ma­kalah tidak la­gi sepenuhnya ber­b­asis maka­lah individual, te­tapi diorganisasi se­orang ketua pa­nel. Sistem panel ini untuk me­­nyikapi per­kem­bang­­an pe­nge­lolaan event aka­de­mik ta­hun­an yang bergengsi ini se­­hing­ga dapat lebih berkualitas baik dari segi penyelenggaraan mau­­pun dari segi keterlibatan pa­ra ilmuwan di bidang kajian Is­lam. Hal ini merupakan upaya un­tuk me­wujudkan peran pu­sat kajian ke­islaman sehingga AICIS dapat me­ningkatkan kon­tribusinya ba­gi dunia.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak