alexa snippet

Komisi I Minta Pergantian Panglima TNI Tidak Grasak-grusuk

Komisi I Minta Pergantian Panglima TNI Tidak Grasak-grusuk
Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid menyarankan agar proses pergantian panglima TNI tidak dilakukan terburu-buru. Namun, dia juga tak ingin proses itu terlalu lama.

Meutya lebih menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk proses pergantian panglima TNI itu. Karena, dia meyakini bahwa Presiden Jokowi mengetahui betul kapan waktu yang tepat untuk dilakukan pergantian panglima TNI itu.

"Jadi ini urusan pertahanan negara, tidak boleh grasak-grusuk, tidak boleh juga berlama-lama. Jadi dua prinsip itu, tidak boleh grasak-grusuk, tidak boleh lama-lama," ujar Meutya Hafid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Dia menambahkan, Komisi I DPR hingga kini belum menerima nama pengganti Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dari Presiden Jokowi. "Saya belum cek karena hari ini baru masuk, saya belum ke bawa‎h tapi setahu saya belum," tutur Politikus Partai Golkar ini.

Diketahui, sejumlah pihak mendesak Presiden Jokowi melakukan proses pergantian panglima TNI. Sebab, Jenderal Gatot Nurmantyo akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018 mendatang.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top