alexa snippet

Konsistensi Anies-Sandi dan Taman BMW

Konsistensi Anies-Sandi dan Taman BMW
Prijanto, Wakil Gubernur DKI Jakarta 2007-2012. Foto/Dok/KORAN SINDO
A+ A-
PRIJANTO
Wakil Gubernur DKI Jakarta 2007-2012

KISRUH rebutan tugas, wewenang, dan tanggung jawab reklamasi Teluk Jakarta telah selesai dengan cantik dan manis. Judul salah satu media cetak tersebar di medsos: Reklamasi, ‘Luhut: Saya sudah selesai’.

Di dalamnya tertulis ‘Nah, ketika ditanyai wartawan ihwal NJOP reklamasi itu, Luhut mengaku tidak lagi mengurusi proyek reklamasi. Luhut menegaskan saat ini reklamasi teluk Jakarta adalah urusan Gubernur DKI Anies Baswedan. ”Urusan gubernur sudah itu” tegasnya’.

Konsistensi Anies-Sandi terkait reklamasi Teluk Jakarta sampai saat ini patut diacungi jempol. Anies sewaktu di Hambalang bergeming ketika diiming-imingi keuntungan reklamasi Rp77 triliun untuk Pemprov DKI. Reklamasi lebih banyak mudaratnya daripada manfaat, terang Anies.

Sandiaga Uno dalam berbagai kesempatan secara tegas juga mengatakan, untuk kepastian hukum reklamasi dihentikan. Sudirman Said ujung tombak Tim Sinkronisasi Anies-Sandi lebih berani lagi dalam menyikapi penekanan Presiden tentang perlunya menjaga marwah hukum. Sikap Anies-Sandi terhadap rekla masi justru merupakan sikap menjaga marwah hukum, tegas Sudirman Said.

Anies-Sandi Sudah Mengantongi Data Taman BMW
Konsistensi menjaga marwah hukum Anies-Sandi juga tampak dipersoalkan rencana membangun stadion olahraga di atas tanah Taman BMW (Bersih Manusiawi Wibawa) di Kelurahan Papango, Jakarta Utara. Jan ji kampanye akan membangun stadion olahraga sebagai pengganti Stadion Lebak Bulus yang digunakan MRT semasa gubernur sebelumnya, memang ditunggu masyarakat Jakarta. Stadion bertaraf internasional dengan fasilitas layaknya Stadion Old Trafford, markas klub Manchester United, sedang dirancang.

Pembangunan nya direncanakan dengan pola kemitraan dengan swasta, kata Sandiaga Uno. Namun, dalam menjaga marwah hukum sebagaimana yang ditekankan oleh Trio Macannya DKI—Anies-Sand i - Sudirman Said—dalam berbagai kesempatan, tampak jelas Pemprov DKI sangat berhati-hati dalam membangun stadion olah raga tersebut.

Pada 8 Agustus 2017, Dr. Yurisman Star, ketum LSM Snak Markus (Solidaritas Nasional Anti-Korupsi dan Makelar Kasus), diundang oleh Sandiaga Uno untuk memaparkan persoalan tanah Taman BMW, di hadapan timnya. Dari paparan tersebut, Sandi dan tim hukumnya sudah mengantongi data dan persoalan Taman BMW antara lain:

Pertama,kasus Taman BMW sudah masuk KPK sejak 3 September 2012, dan saat ini sudah ada di bagian Penindakan KPK (Surat KPK Nomor: R-4160/40- 43/10/2012, tanggal 31 Oktober 2012).

Kedua, kasus Taman BMW sudah menjadi temuan BPK (LHP BPK RI 2014 dan sudah di PDTT oleh BPK RI tahun 2015).

Ketiga, Taman BMW bukan hasil konsinyasi dari PT Narpati Estate dan PT Buana Permata Hijau (Surat Keterangan Camat Tanjung Priok No.91/1.711.1/ 1985, Putusan No. 160/G/ 1991/ Tn/PTUN-JKT, Penetapan No.03/Cons/1994/ PN Jkt Ut).

Keempat, SK Hak Pakai dari Kakanwil BPN tahun 2003 sejumlah 7 SK Hak Pakai, tidak ada alas hak tanah dan sudah gugur demi hukum (Surat Kakanwil BPN DKI kepada Jaksa Agung Muda Intelijen No.1055/0-9/ PPS & KP/2009).

Kelima, Berita Acara Serah Terima tentang penyerahan kewajiban PT Agung Podomoro kepada Pemprov DKI tanah seluas 265.335,99 m2 dan menunjuk Taman BMW sebagai objek, pada 8 Juni 2007, patut diduga bodong dari sisi letak, luas, dan keabsahan SPH (Surat Pelepasan Hak) karena rakyat meng aku tidak punya tanah dan tanda tangan di SPH bukan tanda tangannya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top