alexametrics

Tokoh Lintas Agama Sepakat Jihad Melawan Stunting

loading...
Tokoh Lintas Agama Sepakat Jihad Melawan Stunting
(kiri ke kanan) Yoel M Indrasmoro, Wawan Gunawan Abdul Wahid, Ahmad Ishomuddin, dan Kresnawan, saat berlangsungnya FGD Tokoh Lintas Agama Bahas Stunting, di Hotel Aryaduta Jakarta, Selasa (14/11/2017). Foto/SINDOnews/Nuriwan Trihendrawan
A+ A-
JAKARTA - Para tokoh lintas agama menggelar focus group discussion (FGD) membahas isu pencegahan stunting atau kondisi gizi buruk pada anak usia dua tahun yang berdampak jangka panjang hingga dewasa. FGD digelar selama dua hari yakni, Selasa (14/11/2017) dan Rabu (15/11/2017) di Hotel Aryaduta Jakarta.

Mereka berbicara dalam forum dialog lintas agama yang difasilitasi IMA World Health. Dalam dialog lintas agama ini juga akan membahas problem penanganan stunting dan pengalaman yang pernah dilakukan di lapangan.



Dampak buruk stunting adalah kemungkinan bonus demografi Indonesia 30 tahun mendatang bisa berbalik jadi malapetaka demografi. Sebab generasi penerus bangsa mengalami kekurangan gizi, sakit-sakitan, dan tidak dapat berpikir dengan baik.

“Bangsa ini akan kehilangan generasi yang cerdas, jika stunting tidak ditangani dengan serius,” ujar Team Leader Ima World Health, M Ridwan Hasan saat membuka FGD, Selasa (14/11/2017).

Ridwan mengungkapkan, saat ini sebanyak 9 juta balita di Indonesia menderita stunting. Jumlah ini lebih dari sepertiga balita di seluruh Indonesia.

Di Asia Tenggara, Indonesia menempati urutan ketiga, setelah Laos, Kamboja dan Timor Leste yang memiliki angka stunting tertinggi. Di Indonesia, lima provinsi dengan angka stunting tertinggi adalah Nusa Tenggara Timur (51,73%), Sulawesi Barat (48%), Nusa Tenggara Barat (45,26%), Kalimantan Selatan (44,24%), dan Lampung (42,63%).

Fatayat NU telah mencanangkan Barisan Nasional Cegah Stanting. Sementara, Nasyiatul Aisyiyah mengukuhkan Keluarga Muda Tangguh Nasyiah serta upaya pembekalan kader dan jejaringnya.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak