alexametrics

Tak Usung Kader Sendiri, Golkar Terancam Kehilangan Suara di Jabar

loading...
Tak Usung Kader Sendiri, Golkar Terancam Kehilangan Suara di Jabar
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar beberapa waktu lalu telah resmi mendeklarasikan dukungannya pada Wali Kota Bandung Ridwan Kamil untuk maju sebagai calon gubernur di Pilkada Jabar 2018 mendatang.

Golkar lagi-lagi tak mengusung kader sendiri dalam perhelatan politik di daerah. Padahal, partai tersebut memiliki kader potensial dan memiliki elektabilitas tinggi. Kader tersebut adalah Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.



Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menyatakan, Golkar terancam kehilangan suara di Jawa Barat karena sikapnya yang mengabaikan kadernya sendiri.

"Apalagi Kang Dedi itu adalah ketua DPD Golkar Jawa Barat, Bupati Purwakarta dan namanya cukup berpengaruh di daerah tersebut. Menurut saya, tidak ada kurangnya jika menjadi Cagub," kata Ujang di Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Menurut Ujang, keputusan Golkar memilih Ridwan Kamil daripada Dedi Mulyadi merupakan keinginan dan hasil kesepakatan para elit partai berlambang beringin itu.

"Saya yakin itu bukan suara kader akar rumput, itu hanya deal-dealan para elit saja," ujar Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Jakarta ini.

Untuk itu, suara Golkar terancam hilang di Jabar, karena yang punya suara dan memobilisasi suara itu adalah kader akar rumput. Apalagi, tambah dia, jika seandainya Dedi Mulyadi malah dipinang oleh partai lain untuk jadi cagub atau cawagub.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak