alexa snippet

Respons Ketua MPR Soal Pemanggilan Setnov oleh KPK di Kasus E-KTP

Respons Ketua MPR Soal Pemanggilan Setnov oleh KPK di Kasus E-KTP
Ketua MPR Zulkifli Hasan. Foto/SINDOphoto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Hari ini, Ketua DPR Setya Novanto mangkir dari panggilan pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pria yang akrab disapa Setnov itu seharusnya diperiksa sebagai saksi atas tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo (ASS) dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Mengenai hal itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan bahwa KPK sudah memiliki standar bekerja.

"Kan KPK sudah punya standar. Hukum ada aturannya, ya proses hukum silakan sesuai proses hukum yang berlaku, hukum kan sudah ada aturannya," ujar Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta Senin (13/11/2017).

Sementara itu, mengenai Setya Novanto yang kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan E-KTP, Zulkifli Hasan menyerahkan masalah itu kepada hukum berlaku.

"Pak Novanto sudah bilang, serahkan kpada proses hukum, ya kita ikuti proses hukum yang berlaku, dan hukum harus adil terhadap siapapun," kata Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Diketahui, Setya Novanto selaku anggota DPR periode 2009-2014 bersama-sama Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Irman selaku Dirjen Dukcapil dan Sugiharto sebagai pejabat di lingkup Kementerian Dalam Negeri, diduga dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau koorporasi, menyalahgunakan wewenang atau jabatan yang ada padanya saat itu.

Sehingga diduga merugikan perekonomian negara sejumlah Rp2,3 triliun dengan nilai paket pengadaan 5,9 triliun dalam pengadaan paket KTP elektronik 2011-2012 pada Kemendagri.

Atas dasar itu, Novanto disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 2009 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 Ayat 1 KUHP.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top