alexametrics

Minim Pengawasan, Jalur Selat Malaka Surga Para Penyelundup Narkoba

loading...
Minim Pengawasan, Jalur Selat Malaka Surga Para Penyelundup Narkoba
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menunjukan tersangka dan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 30 kg di Mabes Polri. Foto/KORAN SINDO/M Yamin
A+ A-
JAKARTA - Perairan ujung laut Selat Malaka, Peureulak, Kabupaten Aceh Timur surga bagi penyeludup narkoba. Jalur tikus tersebut kerap dijadikan para kurir untuk membawa barang haram dari Malaysia ke Indonesia melalui Aceh.

Demikian diungkapkan Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto disela ungkap kasus 30 kg sabu di kantornya, Senin (16/10/2017).



"Pengungkapan 30 kg sabu ini adalah hasil pengembangan dari 142 kg sabu beberapa waktu lalu. Jalur tersebut selalu digunakan para kurir untuk membawa sabu dari Malaysia ke Indonesia," ujar Eko.

(Baca juga: Pemilik Sabu 30 Kg Mendekam di Lapas Tanjung Gusta Medan)

‎Eko menduga jalur tersebut surga bagi para kurir narkoba karena relatif aman dari pengawasan petugas. Buktinya, empat pelaku yang berhasil ditangkap mengaku sudah tujuh kali melakukan aksinya.

"Pengakuan tersangka sudah tujuh kali membawa barang tersebut dari Malaysia ke Indonesia dan terbanyak 80 kg sabu," ungkap mantan Direktur Narkoba Polda Metro Jaya ini.

Empat tersangka yang diamankan adalah  Baharudin sebagai nahkoda kapal. Pria ini  terpaksa dilumpuhkan kakinya karena akan membuang barang haram tersebut ke laut.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak